Babi Hutan Serang 5 Warga Banyumas, Perilakunya Tak Biasa, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Masyarakat sekitar dibuat cemas jika sewaktu-waktu babi hutan tersebut tiba-tiba datang menyerang kembali

Babi Hutan Serang 5 Warga Banyumas, Perilakunya Tak Biasa, Ini Kemungkinan Penyebabnya
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Tim pemburu babi hutan yang terdiri dari terdiri Tagana, Polsek Kedungbanteng, Pramuka Peduli Kwarcab, Tim Reaksi Cepat RAPI Banyumas, pada saat proses pencarian pada Rabu (3/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Pasca serangan secara ganas babi hutan terhadap 4 orang warga Desa Windujaya dan 1 orang warga Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas muncul pertanyaan apa yang menyebabkan babi hutan tersebut tiba-tiba menyerang, pada Selasa (2/7/2019).

Masyarakat sekitar dibuat cemas jika sewaktu-waktu babi hutan tersebut tiba-tiba datang menyerang kembali. Kemunculan babi hutan yang tiba-tiba menyerang dapat disebabkan berbagai macam hal.

Berdasarkan penuturan dari Kepala Dusun II Desa Windujaya, Amin Mustofa mengatakan jika babi hutan tersebut menyerang manusia diduga karena dalam posisi terdesak atau terancam.

"Kemungkinan babi itu karena terdesak atau terancam, tapi banyak juga penyebab lainnya, bisa juga karena sedang musim kawin jadi babi hutan lebih agresif," ujar Amin kepada Tribunjateng.com, Kamis (4/7/2019).

Amin menambahkan jika disisi lain pasokan makanan di hutan yang semakin menipis juga dapat menjadi penyebab sehingga babi hutan turun ke area permukiman warga.

"Babi hutan biasanya hanya turun dan merusakan tanaman warga. Namun penyerangan terhadap warga secara brutal dan ganas di desa baru terjadi kali ini. Dulu di Desa sebelah, Dusun Semaya, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Banyumas pernah menyerang warga, tapi bisa tertangkap," ungkapnya.

Edi Maryanto, warga Desa Windujaya mengatakan, kemunculan babi hutan kali ini memang berbeda dengan sebelumnya. Biasanya babi hutan turun ke perkebunan atau permukiman warga pada malam hari.

"Dulu biasanya babi hutan turun pada malam hari. Tetapi ini kok siang hari, mungkin karena terdesak atau gimana," ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Kedungbanteng, AKP Priyono mengatakan jika proses pencarian dan perburuan babi hutan yang menyerang 5 warga hingga saat ini masih terus dilakukan. Perburuan babi hutan kemarin hasilnya nihil.

"Kemarin memang masih nihil, sempat menurunkan anjing buru. Hari ini dilanjutkan kembali. Rencananya dari Perbakin akan melaksanakan perburuan pada Minggu 7 juli 2019 jam 08.00 WIB," pungkasnya. (Tribunjateng/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved