Anak Buaya Muara Muncul di Sungai Kuripan Pekalongan, Tim Gabungan Dikerahkan untuk Meringkus

Anggota BPBD, Damkar, animal Keeper, relawan peduli satwa Kota Pekalongan, di Sungai Kuripan, Pekalongan Selatan untuk menangkap buaya

Anak Buaya Muara Muncul di Sungai Kuripan Pekalongan, Tim Gabungan Dikerahkan untuk Meringkus
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Anggota Damkar, dan Animal Keeper Pekalongan menggunakan perahu karet BPBD Kota Pekalongan, memasang jaring untuk menangkap buaya di Sungai Kuripan, Kamis (4/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATEBG.COM, PEKALONGAN - Anggota BPBD, Damkar, animal Keeper, relawan peduli satwa Kota Pekalongan, serta masyarakat berkumpul di pinggir Sungai Kuripan, Pekalongan Selatan.

Mereka mengamati sungai yang dikabarkan adanya kemunculan buaya muara beberapa waktu lalu.

Saat diamati, anakan buaya itu muncul ke permukaan untuk berjemur. Namun karena banyak warga yang berkerumun, buaya tersebut kembali menyelam ke dalam keruhnya air sungai.

Empat kali anakan buaya yang berukuran kurang lebih satu meter muncul ke permukaan.

Animal keeper yang ada di lokasi bersama petugas pun, sempat turun ke sungai menggunakan perahu karet dari BPBD Kota Pekalongan.

Namun sosok reptil tersebut kembali menyelam, dan tak menamapakan diri dalam waktu cukup lama.

Menurut Agung Saputra, satu di antara anggota Animal Keeper Pekalongan, terdapat dua anakan buaya serta satu Induk di Sungai Kuripan.

“Keterangan warga ada dua anakan buaya serta induknya, namun kami baru melihat satu anak buaya,” paparnya, Kamis (4/7/2019).

Dilanjutkannya, ketersedian pakan yang melimpah di Sungai Kuripan membuat buaya bertahan.

“Karena ada peternakan ayam, dan tak jarang bangkai ayam dibuang ke sungai. Beberapa waktu kami amati, tak sedikit bangkai ayam yang hanyut hal tersebut menjadi sumber pakan buaya,” tuturnya.

Agung menerangkan, buaya muara sangat agresif terutama induk yang menjaga anaknya serta saat proses pengeraman telur.

“Bisa saja buaya itu terbawa banjir, atau sengaja datang ke tempat ini. Karena buaya muara punya daya jelajah sampai 100 kilometer untuk bertelur dan mencari makan,” ujarnya.

Untuk menindaklanjuti keresahan warga, Agung dibantu anggota Damkar serta BPBD akan memasang perangkap.

“Kami sudah tahu lokasi buaya tersebut, dan akan kami pasang perangkap. Lebih baik ditangkap sebelum ada korban atau ternak warga yang hilang. Selain itu untuk menekan pemburu, karena kabar adanya buaya ini sudah menyebar di media sosial,” tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved