Curhat Kekecewaan Turis Thailand Tentang Bromo: Ada Mafia di Sini Saya Tidak Akan Kembali Lagi

Unggahan seorang turis asal Thailand, Jirote Wangcharoen, di sejumlah grup beredar luas di media sosial Facebook.

Curhat Kekecewaan Turis Thailand Tentang Bromo: Ada Mafia di Sini Saya Tidak Akan Kembali Lagi
ANTARA FOTO/ZABUR KARURU via KOMPAS.com
Pengunjung mengambil gambar hamparan pasir yang diselimuti empun upas dengan gawai miliknya di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Fenomena embun upas tersebut disebabkan penurunan suhu yang mencapai 0 derajat celcius pada malam hari. 

TRIBUNJATENG.COM - Unggahan seorang turis asal Thailand, Jirote Wangcharoen, di sejumlah grup beredar luas di media sosial Facebook.

Dalam unggahannya, Jirote menuliskan pengalamannya yang tak mengenakkan saat melakukan perjalanan ke kawasan Bromo, Jawa Timur, pada pertengahan Juni lalu.

Ia mengaku terkejut karena "digetok" harga tinggi untuk tarif transportasi dari Probolinggo menuju Bromo.

"Ada mafia di sini yang tidak bersahabat dengan wisatawan.

Saya tidak akan kembali lagi.

Sepertinya tidak ada hubungannya dengan wisatawan seperti ini.

I can't take Gojex here I must use them service they ask me 550000 IDR per car from Probolinggo to Bromo tpp expensive gojek ask me only 300000 IDR per car when i walk far away from them but them take motorcycle to block and will attack mee.

I must tell them that i will sleep here at Probolinggo not go anywhere.

But them found me at Cemeru Lawang and must use them service I pay 40000 IDR per person Them send me at Bayuangga again dan give me 60,000 IDR to Surabaya if not pay they May attack me.

Why too expensive I take bus from Banyuwangi to Probolinggo 35000 IDR but bus from Probolinggo to Surabaya 60000 IDR.

Halaman
1234
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved