Ditinggal Salat Subuh, Laptop dan HP Milik Givarno Raib Digondol Maling

Tersangka diamankan lantaran diketahui mencuri sebuah Laptop dan HP milik warga Desa Jagung

Ditinggal Salat Subuh, Laptop dan HP Milik Givarno Raib Digondol Maling
ISTIMEWA
Anggota Resmob Polres Pekalongan dan reskim Polsek Kesesi sedang mengintrogasi tersangka pencurian laptop di wilayah Kesesi. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Rudi (26) Warga Dukuh Karanggondang, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah diringkus Tim Resmob Polres Pekalongan dan Reskrim Polsek Kesesi.

Tersangka diamankan lantaran diketahui mencuri sebuah Laptop dan HP milik warga Desa Jagung, Kecamatan Kesesi pada Jumat (14/6/19) lalu.

Kasubag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom membenarkan bahwa ada kasus pencurian di wilayah Kesesi.

Kemudian, dengan bekal keterangan korban dan saksi, anggota Polsek Kesesi langsung melakukan koordinasi bersama Tim Resmob Polres Pekalongan untuk melakukan penyelidikan.

"Setelah dilakukan penyelidikan diperoleh hasil bahwa pelaku pencurian diduga pemuda berinisial R. Sementara anggota melakukan pengembangan hingga akhirnya Senin (1/7/19) pelaku sekira pukul 01.00 Wib berhasil diamankan di rumah istrinya yang berada di Desa Karanggondang, Kecamatan Kandangserang. Adapun barang bukti yang diamankan berupa Laptop beserta charger dan HP hasil pencurian," kata Iptu Akrom kepada Tribunjateng.com, Rabu (03/07/2019).

Menurut Akrom, saat kejadian kondisi rumah korban, Nadhiroh (57) tidak dikunci.

Sekira pukul 04.30 WIB, Givarno (26) anggota keluarga rumah tersebut keluar rumah melalui pintu samping untuk menunaikan sholat subuh di mushola terdekat bersama bapaknya.

"Pelaku yang mengetahui pintu rumah tak dikunci akhirnya masuk kedalam rumah. Setelah itu, mendapati HP dan Laptop yang sedang dicas langsung dicuri. Sedangkan usai sholat subuh dan pulang ke rumah, Givarno mendapati laptop dan HP yang sebelumnya masih di cas di ruang tengah sudah tidak ada," ungkapnya.

Meski Givarno sempat menanyakan keberadaan Laptop dan HP kepada anggota keluarga dan mencari disekitar rumah tapi tidak ketemu.

Atas kejadian itu, pihak korban harus mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 5.494.000.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya tersangka akan dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan," jelasnya.

Kasubbag Humas mengimbau kepada masyarakat ketika akan meninggalkan rumah untuk melaksanakan sholatengunci kembali pintu rumah. Dengan begitu dapat mengantisipasi hal serupa. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved