Jamaah Yasin Nusantara: Mari Wujudkan Kebersamaan Tanpa Dendam dan Salah Paham

‎ ‎Jamaah Yasin Nusantara (Jaya Nusa) mendorong segera direalisasikannya pertemuan antara presiden petahana terpilih, Joko Wisodo (Jokowi) dengan Ketu

Jamaah Yasin Nusantara: Mari Wujudkan Kebersamaan Tanpa Dendam dan Salah Paham
yayan isro
Ketua Umum Jaya Nusa, ?Idham Cholid, memotong tumpeng, dalam syukuran suksesnya gelaran Pemilu 2019, dan pembbacaan yasin dan tahlil untuk petugas yang gugur, di Wonosobo, Selasa (30/4). (yan) 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - ‎ ‎Jamaah Yasin Nusantara (Jaya Nusa) mendorong segera direalisasikannya pertemuan antara presiden petahana terpilih, Joko Wisodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Gerindra‎, Prabowo Subianto. Pertemuan keduanya sebagai simbol rekonsiliasi, setelah dua kubu dan para pendukung di masyarakat terpolarisasi secara tajam selama masa tahapan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 lalu.

"Pertama, kita harus membangun kesepahaman terlebih dahulu tentang makna rekonsiliasi itu. Jangan sampai rekonsiliasi dimaknai sekedar membuat kesepakatan untuk berbagi kekuasaan," kata Ketua Umum (Ketum) Jaya Nusa, Idham Cholid, Kamis (4/6).

Disampaikan, secara mendasar rekonsiliasi adalah memulihkan hubungan, menyelesaikan perbedaan-perbedaan yang ada‎, lalu bersama-sama bekerja, membangun, demi kemajuan bangsa ke depan‎. Sebab, menurutnya, selama ini telah terjadi polarisasi, gesekan dan benturan karena perbedaan pilihan politik, yang bahkan itu terjadi begitu keras di arus bawah.

"Di sinilah perlunya kesadaran dari para elite untuk melakukan upaya-upaya rekonsiliatif‎, dan mengesampingkan ego masing-masing. Mewujudkan kebersamaan tanpa dendam dan salah paham adalah salah satu pembelajaran terpenting dalam kerangka persaudaraan kebangsaan," tandas Idham.

Diakui, perlu kedewasaan untuk bisa mewujudkan rekonsiliasi, baik di tingkat elite maupun arus bawah. Selain itu, menghilangkan dendam masa lalu, apapun bentuknya, adalah suatu keharusan.

"Mulai saat ini, seluruh elemmen bangsa mulai membangun komunikasi secara produktif dan rekonsiliatif untuk merumuskan 'konsensus' dengan prioritas yang tepat untuk kemaslahatan umat," tuturnya.

Ia menambahkan, Jamaah Yasin Nusantara (Jaya Nusa) akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mendorong terciptanya dialog rekonsiliatif tersebut. "Dalam waktu dekat, Jaya Nusa akan menggelar silaturrahim nasional (Silatnas) dan dialog kebangsaan," ucap dia.

Proses Demokrasi Berjalan Baik

Idham menegaskan, bangsa Indonesia harus bersyukur, bahwa sejatinya proses demokrasi pada pemilihan presiden 2019 telah dapat dituntaskan dengan sangat baik. Ini menjadi pembelajaran tersendiri bagi seluruh warga masyarakat untuk semakin mendewasakan diri.

"Pesannya sangat jelas, segala persoalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara haruslah diselesaikan secara konstitusional," ujarnya.

Ia memaparkan lebih lanjut, tentu yang menjadi pertanyaan adalah apakah untuk membangun bangsa ke depan, harus melibatkan ‎pihak Prabowo-Sandi dalam pemerintahan, serta masuk jajaran kabinet.

"Ini yang harus kita pahami bahwa soal kabinet adalah domain RI-1, menjadi hak prerogatif Presiden. Saya kira pak Jokowi sudah punya kalkulasi tersendiri untuk soal itu," ucapnya, yakin.

Menurut dia, sudah sangat jelas bahwa dari pihak pasangan terplih, Jokowi-Amin, tidak dalam posisi menang-menangan. Terbukti, Jokowi justeru mengajak Prabowo-Sandi untuk bersama sama membangun bangsa.

"Saya kira, ini wujud kenegarawanan yang harus kita apresiasi dan bahkan kita teladani. Justeru yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, apakah pihak Prabowo-Sandi mau begitu saja terlibat dalam pemerintahan. Apakah mereka tak hendak mengambil peran menjadi oposisi yang kritis konstruktif?‎," pungkasnya. (yan)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved