KPU Kabupaten Semarang Tunda Penetapan Perolehan Kursi DPRD Karena Surat Edaran Nomor 986

Rapat Pleno Terbuka Penetapan Calon Terpilih DPRD Kabupaten Semarang Pemilu 2019 harus tertunda.

KPU Kabupaten Semarang Tunda Penetapan Perolehan Kursi DPRD Karena Surat Edaran Nomor 986
KOMPAS.COM/MOH NADLIR
Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Rapat Pleno Terbuka Penetapan Calon Terpilih DPRD Kabupaten Semarang Pemilu 2019 harus tertunda.

Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang pada Rabu (3/7/2019) malam mendapat Surat Edaran KPU RI Nomor 986 Tahun 2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi dan Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota terpilih tahun 2019, Pasca Pencatatan Nomor Register Pada Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK).

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Maskup Mutarlih menjelaskan isi surat tersebut menyatakan KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota se-Indonesia diminta untuk menunggu surat dari Panitera Mahkamah Konstitusi (MK) tentang ada tidaknya gugatan terhadap perolehan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di provinsi maupun kabupaten/kota masing-masing.

148 Bencana Alam Telah Terjadi di Kabupaten Semarang Sepanjang Tahun 2019

"Kalau sudah ada surat dari Panitera MK bahwa tidak ada gugatan, baru boleh menetapkan jumlah kursi jumlah kursi dan calon terpilih di masing-masing kabupaten atau kota," ucap Maskup di Griya Robusta, Kampoeng Kopi Banaran pada Kamis (4/7/2019) siang.

Maskup menambahkan, rencananya Panitera MK akan menyampaikan surat kepada KPU Republik Indonesia pada tanggal 9 Juni 2019 mendatang.

Mengacu pada Surat Edaran KPU RI Nomor 986 Tahun 2019 tersebut, bila tanggal 9 Juli 2019 Panitera MK sudah mengeluarkan surat, paling lambat lima hari sudah harus menetapkan jumlah dan masing-masing calon terpilih.

"Jadi paling lambat tanggal 14 Juli 2019 sudah harus menetapkan calon terpilih," ujarnya.

Ia pun menjelaskan tentang adanya perubahan untuk perbandingan mekanisme Pemilu 2014 dengan Kuota Hare sementara pada Pemilu 2019 menggunakan metode penghitungan Science League tentu akan berbeda.

Jadi bila dihitung dengan metode Science League akan dihitung dengan bilangan pembagi 1,3,5,7 dan seterusnya.

Sementara untuk mekanisme penghitungan Kuota Hare dihitung menggunakan bilangan pembagi pemilih.

Halaman
12
Penulis: amanda rizqyana
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved