14 Tewas dalam Insiden Kapal Selam Bertenaga Nuklir Rusia Terbakar di Dekat Kutub Utara

Tiga hari setelah insiden kebakaran di atas kapal selamnya, otoritas Rusia akhirnya mengakui kapal selam yang mengalami kecelakaan

14 Tewas dalam Insiden Kapal Selam Bertenaga Nuklir Rusia Terbakar di Dekat Kutub Utara
antarafoto
Ilustrasi Kapal terbakar 

TRIBUNJATENG.COM, MOSKWA -- Tiga hari setelah insiden kebakaran di atas kapal selamnya, otoritas Rusia akhirnya mengakui kapal selam yang mengalami kecelakaan itu merupakan kapal selam bertenaga nuklir.

Namun, Menteri Pertahanan, Sergei Shoigu menegaskan, reaktor nuklir yang terkandung di dalam kapal selama itu tetap aman dan tidak mengalami kebocoran.

"Reaktor nuklir yang ada di kapal itu telah sepenuhnya terisolasi dan tidak ada orang dalam kapal selam," ujar Shoigu menjawab pertanyaan Presiden Vladimir Putin seputar kondisi terkini pascainsiden, Kamis (4/7).

"Seluruh tindakan yang diperlukan telah diambil oleh para kru untuk melindungi reaktor yang masih berfungsi dengan baik," lanjut Shoigu, menurut transkrip pertemuannya dengan Kremlin, dikutip Reuters.

Insiden kebakaran yang melanda kapal selam Rusia dan menewaskan sekitar 14 orang itu dilaporkan terjadi saat survei dasar laut di dekat Kutub Utara, Senin (1/7).

Namun, kabar insiden itu baru disampaikan secara resmi oleh otoritas Rusia sehari berselang. Para pejabat Negeri Tirai Besi itu menghadapi tuduhan mencoba menutupi insiden kebakaran kapal selam itu setelah menegaskan tidak akan memublikasikan rincian kecelakaan karena mencakup rahasia negara.

Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov mengatakan, insiden itu mencakup rahasia negara sehingga tidak mungkin diungkapkan kepada publik.

"Informasi ini tidak dapat dipublikasikan sepenuhnya karena termasuk kategori rahasia negara. Itu benar-benar normal saat informasi semacam ini tidak dipublikasikan dan ini telah sesuai hukum Federasi Rusia," ujar Peskov, Rabu (3/7).

Namun, Shoigu yang menjawab pertanyaan dari presiden, mengonfirmasi kabar tentang kapal selam nuklir dan mengatakan telah dapat mengidentifikasi penyebab utama kecelakaan.

"Kami mengidentifikasi penyebab utama kecelakaan itu adalah api yang muncul pada bagian kompartemen baterai, yang kemudian menyebar," kata Shoigu dalam laporan kepada presiden setelah perjalanannya ke pangkalan angkatan laut di Severomorsk, tempat kapal yang tidak disebutkan namanya itu sedang merapat.

Surat kabar Kommersant, Rabu (3/7), mengutip sumber yang dekat dengan kru, melaporkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan mempertimbangkan hubungan arus pendek sebagai penyebab kebakaran.

Shoigu sebelumnya mengatakan bahwa kru kapal selam telah menutup pintu palka setelah mengevakuasi warga sipil dari kompartemen yang terbakar dan mengisolasi seluruh bagian kapal.

Sementara yang belum dipublikasikan hingga kini adalah nama kapal selam dalam kecelakaan itu. Media Rusia, mengutip sumber-sumber, menyebut kapal itu sebagai Losharik, nama tidak resmi untuk proyek yang dijalankan oleh Direktorat Utama Penelitian Laut Dalam (GUGI) yang sangat rahasia. Sebelumnya media mengidentifikasi kapal selam sebagai AS-12 juga bagian dari Losharik. (kps/afp/rtr)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved