17 Sekolah Masih Kekurangan Siswa, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Buka Jalur PPDB Offline

Pelaksanaan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMP/Mts tahun ajaran 2019/2020 di Kota Pekalongan telah resmi ditutup.

17 Sekolah Masih Kekurangan Siswa, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Buka Jalur PPDB Offline
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Sejumlah peserta didik sedang melakukan verifikasi melalui jalur prestasi di kantor Dindik Kota Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pelaksanaan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMP/Mts tahun ajaran 2019/2020 di Kota Pekalongan telah resmi ditutup Kamis (4/7/19) pukul 12.00 WIB.

Setelah pendaftaran ditutup, ternyata ada ada sebanyak 17 sekolah peserta PPDB online kuotanya belum terpenuhi.

Seleksi yang dibuka sejak Selasa (2/7/19) hingga hari terakhir pendaftaran Kamis (4/7/2019) pukul 14.00 WIB, terlihat 17 sekolah kuotanya belum terpenuhi dalam statistik hasil PPDB online http://ppdb.dindik.pekalongankota.go.id.

Dinas Pendidikan Kota Pekalongan akan membuka jalur PPDB secara offline untuk memberikan kesempatan para siswa yang belum diterima melalui PPDB online sesuai rombel yang ditentukan, untuk mengantisipasi sekolah yang kuotanya belum terpenuhi.

Jadwal dan Klasemen Liga 1 2019 Usai Laga Persebaya Surabaya Vs Persib Bandung

Ketua panitia pelaksana PPDB Dindik Kota Pekalogan Triyono menerangkan dari pantauan statistik PPDB Dindik online, 17 sekolah peserta PPDB di Kota Pekalongan yang daya tampungnya belum terpenuhi di antaranya SMPN 5, SMPN 9, SMPN 10, SMPN 16, dan SMPN 17. Sedangkan 12 sisanya merupakan sekolah swasta dengan perincian 7 SMP dan 5 Mts.

"Untuk SMPT/MTs yang belum terpenuhi kuotanya, kami berikan kesempatan membuka pendaftaran secara offline sampai daya tampung terpenuhi bagi siswa-siswi yang kemarin belum diterima PPDB online," kata Triyono kepada Tribunjateng.com, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/7/2019).

Menurut Triyono pendaftaran secara offline sudah bisa dibuka mulai Jumat, (5/7/2019).

"Mekanismenya bisa langsung daftar ke sekolah yang dipilih. Apabila hendak datang ke Dindik terlebih dahulu bisa, nanti kami arahkan ke sekolah-sekolah yang masih bisa menerima siswa di sekolah mana saja. Pembukaan pendaftarannya sudah bisa langsung setelah penutupan PPDB online," jelasnya.

Tri mengakui belum terpenuhi daya tampung di beberapa sekolah tersebut disebabkan karena memang jumlah lulusan SD/MI di tahun 2019/2020 jumlahnya dibawah daya tampung.

Kemudian, jalur zonasi dan kurangnya ketelitian para orangtua untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah-sekolah juga menjadi salah satu faktornya.

"Yang belum diterima PPDB online maupun karena adanya batasan umur tetap harus sekolah sehingga kami menginstruksikan kepada para orangtua dapat segera mendaftarkan anaknya ke sekolah yang daya tampungnya belum terpenuhi baik di swasta maupun negeri dan program kejar paket B. Jangan sampai mereka putus sekolah," ungkapnya.

Kunjungi Kabupaten Pati, Diskominfo Pekalongan Pelajari Penerapan Tanda Tangan Elektronik

Pihaknya menambahkan penerapan sistem zonasi yang diprioritaskan pada tahun ini, memang sesuai ketentuan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2019 merupakan sebagai langkah pemerataan mutu pendidikan di Indonesia.

"Harapan pemerintah, semua sekolah itu baik, tidak ada sekolah favorit ataupun tidak baik, semua sama rata. Sistem zonasi juga saya kira sangat bermanfaat karena jarak rumah dengan sekolah yang dekat secara biaya untuk transportasi akan jauh lebih irit, efisiensi waktu jarak tempuh juga semakin singkat, pengaruh juga ke ketertiban lalu lintas dan orangtua memantau keamanan anaknya juga lebih mudah," tambahnya. (Tribun Jateng/dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved