Ngopi Pagi

FOKUS : Api di Ekor Anoman

HATTA, Anoman tertangkap, saat tengah menyusup ke Taman Asoka, tempat Dewi Sinta ditawan.

FOKUS : Api di Ekor Anoman
tribunjateng/bram
Achiar Permana wartawan tribun jateng 

Oleh Achiar M Permana

Wartawan Tribun Jateng

HATTA, Anoman tertangkap, saat tengah menyusup ke Taman Asoka, tempat Dewi Sinta ditawan.

Panglima perang Alengkadiraja, Indrajit, yang tidak lain adalah putra Prabu Rahwana, mengerahkan para prajurit danawa untuk mengepung Anoman.

Anoman, utusan Sang Ramawijaya, sengaja tidak melawan. Kera putih nan sakti mandraguna itu menyusun siasat dalam kepalanya, untuk menakar kekuatan pertahanan Alengka.

Singkat cerita, Rahwana yang menerima laporan bahwa Anoman menyusup ke Taman Asoka pun murka. Dia memerintahkan Megananda, nama lain Indrajit, untuk membakar Anoman di depan istana.

"Bawa kera putih itu ke alun-alun, Megananda. Bakar dia! Biar Rama tahu, betapa hebat kekuatan Dasamuka," perintah sang despot Alengka.

Maka, Indrajit pun menggelandang Anoman ke depan istana. Dia mengikat putra Dewi Anjani itu di tiang kayu sanakeling. Lalu, dia memerintahkan prajurit Alengka untuk menumpuk kayu bakar di sekeliling Anoman.

Upaya Arya Wibisana, adik bungsu Rahwana, untuk membujuk kakaknya agar mengurungkan niat membakar Anoman tak membuahkan hasil. Rahwana bergeming. Dia bersikukuh membakar Anoman, demi menuntaskan murkannya.

"Bakar dia sekarang, Megananda!" perintah Rahwana.

Halaman
12
Penulis: achiar m permana
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved