Laboratorium Klinik Prodia Semarang Gelar Seminar Pemeriksaan Kesehatan Genomik

Begitu ungkap praktisi genomik Gerald Pals, PhD, di seminar pemeriksaan genomik oleh Laboratorium Klinik Prodia, di Pesonna Hotel Semarang.

Laboratorium Klinik Prodia Semarang Gelar Seminar Pemeriksaan Kesehatan Genomik
Tribun Jateng/Akbar Hari Mukti
Seminar pemeriksaan genomik oleh Prodia di Pesonna Hotel Semarang, Sabtu (6/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Genomik merupakan bidang kesehatan yang mempelajari gen pada tubuh manusia.

Sistem pemeriksaan kesehatan secara genomik pun saat ini telah dikembangkan di seluruh dunia, agar pengobatan menjadi lebih optimal.

Namun di Indonesia, pemeriksaan model ini masih belum familiar.

Begitu ungkap praktisi genomik Gerald Pals, PhD, di seminar pemeriksaan genomik oleh Laboratorium Klinik Prodia, di Pesonna Hotel Semarang, Sabtu (6/7/2019).

Menurutnya, setiap manusia memiliki 99,9% susunan DNA yang sama, tetapi ada 0,1% perbedaan.

Hal itu membuat perbedaan tinggi badan, warna mata, warna kulit dan lain sebagainya.

Menurut Konsultan Genetik Prodia itu, metode pemeriksaan dilakukan berdasar sifat genetika yang dimiliki manusia.

Maka, meski mengidap penyakit yang sama, konsumsi obat dari sisi takaran, dosis, setiap orang tidak bisa disamakan.

"Mungkin saya cocok dengan obat A. Tapi obat A ini belum tentu cocok untuk orang lain karena memiliki gen berbeda," jelasnya.

Menurut Gerald, pemeriksaan genomik tak hanya berfungsi mempelajari gen saja.

Halaman
123
Penulis: akbar hari mukti
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved