Mahasiswa Polines Ciptakan Kotak Amal Anti Maling, Hanya Bisa Dibuka dengan Sidik Jari Takmir

Mahasiswa Polines ini mengembangkan sebuah kotak infaq atau kotak amal yang tidak dapat dibobol oleh pencuri.

Mahasiswa Polines Ciptakan Kotak Amal Anti Maling, Hanya Bisa Dibuka dengan Sidik Jari Takmir
ISTIMEWA
Mahasiswa Polines berfoto bersama kotak infaq anti maling bikinan mereka. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kreativitas kembali ditunjukkan para mahasiswa Politenik Negeri Semarang (Polines).

Mahasiswa Polines ini mengembangkan sebuah kotak infaq atau kotak amal yang tidak dapat dibobol oleh pencuri.

Adalah Esa Firmansyah dan Dewi Aji Pertiwi mahasiswa prodi Teknik Elektronika, serta Fitri Restianti dari prodi Administrasi Bisnis Polines yang berhasil menciptakan kotak infaq masjid tersebut.

Produk itu dinamai Kotak Infaq Masjid Anti Maling, atau disingkat Koin Mas Aling.

Esa Firmansyah menuturkan, pembuatan kotak infaq tersebut karena keprihatinan mereka bertiga terkait pemberitaan di media massa, dan media sosial terkait kasus pencurian kotak amal di masjid.

"Kotak infaq biasanya dengan kunci pengaman gembok yang dapat dibobol oleh siapa pun dalam beberapa menit," ungkapnya, Sabtu (6/7/2019).

Maka ketiganya membuat sebuah desain kotak infaq tanpa kunci pengaman gembok, namun uang tetap aman dan tak dapat dibuka paksa oleh siapapun.

Kotak inovasi mahasiswa ini memiiki fitur keamanan otomatis, yaitu memiliki pengunci berupa sensor sidik jari. Sehingga kotak infaq dapat dibuka hanya dengan sidik jari takmir yang telah terdaftar.

"Apabila kotak infaq dibuka paksa maka alarm akan berbunyi dan megirim notifikasi pesan dan telepon kepada takmir bahwa kotak infaq telah dibuka paksa," paparnya.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved