Semuanya Serba Dipolitisasi Jadi Penyebab Lunturnya Cinta Tanah Air

Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia menggelar seminar kebangsaan di Gedung Wisma Perdamaian Kota Semarang, Sabtu (6/7/2019).

Semuanya Serba Dipolitisasi Jadi Penyebab Lunturnya Cinta Tanah Air
Tribun Jateng/ Idayatul
Suasana seminar kebangsaan Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia di Gedung Wisma Perdamaian Kota Semarang, Sabtu (6/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia menggelar seminar kebangsaan di Gedung Wisma Perdamaian Kota Semarang, Sabtu (6/7/2019).

Angkat tema "Kembali ke Jati Diri Bangsa Indonesia, Merajut Perdamaian Nusantara", seminar menghadirkan ratusan peserta baik dari pengurus organisasi PCTA, beberapa elemen masyarakat serta mahasiswa.

Hadir sebagai narasumber, antaralain Kombes Langgeng Purnomo, Guru Besar Ilmu Hukum Undip Prof Dr H Yusriyadi, Dewan Penyantun PCTA Indonesia Pdt Ir Andyiono, Rektor Universitas Bung Karno Dr Soenarto Sardiatmadja.

Kombes Langgeng Purnomo, mengatakan, cara berhukum bangsa Indonesia saat ini perlu diteliti, dikaji dan dievaluasi dengan merujuk kepada jati diri bangsa Indonesia yang bersumber dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Guru Besar Ilmu Hukum Undip Prof Dr H Yusriyadi, menyampaikan terkait positifisme dan implikasinya terhadap ilmu dan penegakan hukum di Indonesia.

Ia menyampaikan, berawal dari perbincangan santainya dengan L Purnomo tentang kondisi eksisting selama ini yang lebih diwarnai carut marut.

Kecarut-marutan kehidupan berbangsa dan bernegara antara lain ditandai adanya berbagai konflik, korupsi, ketidakpercayaan pada hukum, dan lain sebagainya.

Sampai pada kesimpulan, positivism membawa implikasinya tersendiri terhadap ilmu hukum yang lebih bersifat negatif daripada positifnya.

Dalam penegakan hukum, positivisme berimplikasi terjadinya penegakan hukum yang positivistik, dogmatik, legal formalitistik sehingga bukan lagi sebagai pencarian keadilan, melainkan sekadar demi kepastian hukum semata.

Rektor Universitas Bung Karno Dr. Soenarto Sardiatmadja, menyampaikan makalahnya terkait memahami dan menjiwai perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia ditinjau dari aspek politik.

Halaman
12
Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved