Kapolri Ingat Rumitnya Pelaksanaan Pemilu 2019, Ini Harapannya

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengingat kembali masa-masa rumitnya pelaksanaan Pemilu 2019.

Kapolri Ingat Rumitnya Pelaksanaan Pemilu 2019, Ini Harapannya
KOMPAS.com/Devina Halim
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai melakukan olahraga pagi bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (7/7/2019) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengingat kembali masa-masa rumitnya pelaksanaan Pemilu 2019.

Saat itu, katanya, masyarakat menjadi terpolarisasi pada pilihan politiknya masing-masing.

Penyebaran berita bohong atau hoaks pun ikut meningkat.

Namun, dengan usainya pemilu, Tito berharap agar istilah cebong, pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin, dan kampret, pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tidak digunakan lagi.

"Kita melihat hoaks luar biasa, ada istilah cebong lah, ada istilah kampret lah."

"Sekarang tidak ada lagi cebong dan kampret, yang ada adalah bangsa Indonesia," kata Tito saat memberi sambutan dalam rangkaian HUT Bhayangkara ke-73 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (7/7/2019).

Ia mengatakan secara keseluruhan rangkaian proses tersebut dapat berjalan lancar.

Hanya saja, aksi menolak hasil Pilpres 2019 di depan Gedung Bawaslu pada 21-22 Mei 2019 sempat berakhir ricuh.

Namun, Tito bersyukur situasi kini telah dalam kondisi yang kondusif.

Ke depannya, ia berharap situasi tetap kondusif hingga pelantikan yang rencananya digelar pada 20 Oktober 2019.

Halaman
12
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved