Atlet Kickboxing Tegal, Masa Kecil Suram Bikin Tarjuman Bermental Baja

Masa lalu yang suram bisa membentuk karakter keras dan bermental baja. Hal itu dibuktikan oleh Tarjuman saat kecil mengalami broken home kini jadi atl

Atlet Kickboxing Tegal, Masa Kecil Suram Bikin Tarjuman Bermental Baja
IST
Tarjuman Orteg (kiri) bersama pelatihnya Wawan usai memenangkan laga pertamanya di One Pride MMA TV One. 

TRIBUNJATENG.COM -- Masa lalu yang suram bisa membentuk karakter keras dan bermental baja. Hal itu dibuktikan oleh Tarjuman saat kecil mengalami broken home kini jadi atlet andalan.

Laga kickboxing antara atlet Kota Tegal Tarjuman Ortegal Vs Marcelino Lebe asal Manado di One Pride MMA ditayangkan di TVOne, Sabtu (6/7) malam berlangsung seru. Tarjuman bermain apik dan berhasil mengalahkan Marcelino di detik ke 40 dengan teknik guillotine choke di ronde pertama.

Tarjuman mengunci leher Marcelino hingga tidak sadarkan diri. Wasit menghentikan pertandingan itu, Tarjuman pun memenangkan pertandingan dengan technical knockout (TKO), di kelas Bantam 61 kilogram.

Penasaran siapa itu Tarjuman? Iya pria berusia 36 tahun ini mengaku sebagai korban broken home ketika masih anak-anak. Tarjuman, atlet penuh prestasi itu hingga harus drop out ketika SD.

"Mama meninggal saat saya usia sembilan tahun. Ayah menikah lagi, saya tidak terurus. Saat kelas 5 SD, saya putuskan untuk berhenti sekolah," kata Tarjuman kepada tribunjateng.com, Kamis (4/7/2019).

Berbagai prestasi pernah Tarjuman goreskan. Ia pernah menjuarai cabor beladiri Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau pada 2012.

Ia pun meraih medali perunggu di PON Kalimantan Barat pada 2016. Kemudian menjuarai kickboxing pada ulang tahun Lindu Aji yang diselenggarakan di Boyolali pada 2018.

Kini pada 2019, Tarjuman berhasil masuk menjadi fighter di laga kickboxing One Pride MMA 2019. Tarjuman mengatakan, di One Pride MMA ia menargetkan merebut sabuk bertahan di kelas Bantam 61 kilogram.

"Untuk dapatkan sabuk kelas Bantam, saya harus dapatkan lima medali sekaligus kalahkan lima fighter lain," katanya.

Tarjuman bercerita, awal mula menggeluti dunia kickboxing atas ketidaksengajaan. Usai berhenti sekolah, Tarjuman secara tidak sengaja pernah menonton tinju di Sasana Gajah Tunggal dekat Alun- alun Kota Tegal.

Halaman
12
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved