BERITA LENGKAP : Asian MXGP di Sirkuit Mijen, Dari Tiket Rp 25 ribu hingga 41 Kroser dari 18 Negara

Masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya menanti tontonan asyik dan mendebarkan di ajang MXGP of Asia 2019 di Sirkuit BSB City di Mijen

BERITA LENGKAP : Asian MXGP di Sirkuit Mijen, Dari Tiket Rp 25 ribu hingga 41 Kroser dari 18 Negara
Istimewa
Kejuaraan MXGP Internasional di Kota Semarang tahun 2018 lalu 

Di sisi lain, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Tengah selaku penerima dana hibah pada tahun 2018 silam, punya pandangan lain.

Menurut Ketua IMI Jawa Tengah, AKBP (Purn) H Kadarusman masih ada ganjalan pada penyelenggeraan tahun lalu. Dia senang dan mempersilakan even besar 2019 ini digelar di Kota Semarang, namun ada hal yang perlu diperhatikan, sebagai bahan evaluasi tahun silam.

"Kami sejujurnya senang sekali dengan adanya event otomotif di Semarang. Tapi masalahnya laporan pertanggungjawaban tahun 2018 belum beres. Tahun kemarin itu menggunakan dana hibah uang rakyat lo, Rp 18 miliar dan semestinya dipertanggungjawabkan dong," kata Ketua IMI Jawa Tengah, AKBP (Purn) H Kadarusman, Minggu (7/7).

Dijelaskan oleh Kadarusman, dalam SK Walikota Semarang. Nomor: 978/171/ Tahun 2018, tanggal 2 Februari 2018, tentang: Penetapan Penerima dan Besaran Dana Hibah Untuk Pembangunan Venue Semarang Indo MXGP Of Indonesia tertulis bahwa laporan pertanggungjawaban dana hibah disampaikan oleh penerima hibah dalam hal ini adalah IMI Jawa Tengah kepada Walikota Semarang melalui Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Semarang.

Dengan demikian maka tidak dibernakan apabila PT Arena Sirkuit Indonesia (ASI) selaku EO Pelaksana Event MXGP 2018 menyerahkan laporan pertanggungjawaban langsung kepada Pemkot Semarang.

Masih menurut Kadarusman, semestinya PT ASI menyerahkan SPJ atas pekerjaan dan pembelanjaan dana hibah yang dikelolanya kepada IMI Jawa Tengah. Selanjutnya IMI Jawa Tengah menyusun Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Dana Hibah secara menyeluruh kepada Walikota Semarang melalui Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Semarang.

Oleh karena itu, berdasar pengalaman tahun lalu, Kadarusman memandang perlu untuk mewaspadai terjadinya potensi segala bentuk penyelewengan, baik dalam hal kewenangan, mekanisme dan prosedur yang melawan hukum, yang berujung kepada penyelewengan anggaran yang berasal dari Dana Hibah Daerah Kota Semarang.

"Kalau mau digelar ya silakan saja. Tapi kami tidak meanggung jika nanti muncul masalah hukum," tambah Kadarusman.

Sedangkan IMI Pusat sangat mendukung agenda di Kota Semarang ini. Hal tersebut terlihat pada pertemuan IMI Pusat dengan Walikota Hendi dalam acara launching event MXGP Asia, Kamis (6/7) lalu di Balaikota Semarang.

Atas hal tersebut, Kadarusman menilai IMI Pusat mencitrakan tentang kurangnya pembinaan internal organisasi IMI serta mendiskreditkan keberadaan Pengurus IMI Provinsi Jawa Tengah.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved