Fakta Seputar KB IUD, Alat Kontrasepsi Andalan Jangka Panjang
Alat kontrasepsi yang satu ini memang menjadi andalan para wanita yang ingin menunda kehamilan dalam jangka panjang.
Alat kontrasepsi yang satu ini memang menjadi andalan para wanita yang ingin menunda kehamilan dalam jangka panjang
Oleh Qomariyah S.ST, M.Kes
Dosen STIKES Telogorejo Semarang
Alat kontrasepsi yang satu ini memang menjadi andalan para wanita yang ingin menunda kehamilan dalam jangka panjang.
Meski namanya sudah sangat populer (dikenal juga dengan sebutan KB spiral), belum tentu kita mengetahui seperti apa bentuknya maupun cara kerjanya.
IUD atau Intra Uterine Device adalah alat kontrasepsi berbahan dasar plastik yang fleksibel, umumnya berbentuk huruf T dan berukuran sekitar 3 cm.
IUD dimasukkan ke dalam rahim oleh tenaga kesehatan berpengalaman dan dapat mencegah kehamilan hingga 10 tahun.
Sebagai kontrasepsi jangka panjang, IUD (intrauterine device) memiliki efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan kontrasepsi oral.
IUD atau awam biasa menyebutnya KB Spiral berbentuk seperti huruf T, berukuran sekitar 3 cm dan terbuat dari plastik.
IUD dimasukkan oleh dokter kandungan atau bidan ke dalam rahim.
Kontrasepsi ini bekerja dengan cara mencegah sel telur dibuahi sel sperma.
Namun, seberapa efektifkah alat ini untuk mencegah kehamilan dan bagaimana keamanannya?
Berikut fakta seputar IUD.
Pertama, Kenaikan berat badan menjadi salah satu isu yang tidak bisa dilepaskan dari pemakaian alat kontrasepsi.
Dengan penggunaan IUD, Anda tak perlu khawatir akan hal tersebut, karena tidak ada bukti bahwa IUD akan menyebabkan peningkatan berat badan.
Kedua, Memasangnya tidak selalu menyakitkan Banyak wanita yang takut membayangkan prosedur pemasangan IUD.
Faktanya, prosesnya tak lebih dari 5 menit dan umumnya tak menyakitkan.
Pada sebagian wanita, melakukan pemasangan IUD setelah menstruasi adalah waktu yang tepat karena mulut rahim mereka terbuka lebih besar.
Ketiga, Ibu menyusui harus jeli memilih kontrasepsi agar produksi dan kualitas air susu ibu (ASI) tetap terjaga.
Kontrasepsi IUD non-hormonal menjadi salah satu alat kontrasepsi yang disarankan untuk ibu menyusui.
Keempat, IUD dilaporkan 99,7% efektif untuk mencegah kehamilan hingga bertahun-tahun tanpa harus repot mengingat jadwal minum obat, gonta-ganti alat, atau isi ulang resep.
Jenis KB spiral hormon dapat bertahan selama 3-5 tahun, sementara KB spiral tembaga bisa mencegah kehamilan sampai 10 tahun lamanya.
Kelima, Tak mengganggu hubungan seks Kekhawatiran akan benang IUD yang mengganggu hubungan seksual sebenarnya tak terbukti.
Beberapa produk IUD memiliki benang yang sangat lembut.
Rasa tertusuk yang dirasakan pria bisa terjadi jika dokter memotong benangnya terlalu pendek.
Bila ini terjadi, datanglah kembali ke dokter untuk memperbaikinya.
Keenam, Murah Sebagian orang memang menganggap kontrasepsi ini mahal.
Tetapi jika kita membaginya dengan jumlah tahun IUD yang Anda pasang lalu membandingkannya dengan biaya kontrasepsi lain, IUD masih lebih murah.
Ketujuh, Tak merusak kesuburan IUD juga menjadi pilihan yang tepat untuk menunda kehamilan kedua atau seterusnya.
Kontrasepsi ini tidak menurunkan tingkat kesuburan.
Dalam penelitian sekitar 85 persen wanita dapat hamil dalam periode satu tahun setelah IUD dilepas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kb-iud.jpg)