Kerajinan Kayu Achmad Rosadi Pemuda Asal Tegal: Tas Hingga Potret Scroll yang Diminati Warga Jerman

Hasil kerajinan kayu tidak melulu soal barang-barang furnitur seperti meja, kursi, lemaran dan lain-lain.

Kerajinan Kayu Achmad Rosadi Pemuda Asal Tegal: Tas Hingga Potret Scroll yang Diminati Warga Jerman
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Achmad Rosadi memperlihatkan sejumlah tas kayu buatannya dan potret scroll.

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Hasil kerajinan kayu tidak melulu soal barang-barang furnitur seperti meja, kursi, lemaran dan lain-lain.

Di tangan pemuda desa asal Kabupaten Tegal ini, sebuah kayu bisa juga dikreasikan menjadi tas ciamik.

Pemuda itu bernama Achmad Rosadi (26), Warga Desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

Satu di antara hasil karya kerajinan kayu buatan Rosadi bahkan sempat diminati warga asing asal Jerman.

"Tahun lalu, yang diminati orang Jerman itu adalah Potret Scroll (gambar berbahan kayu). Kini, saya merambah ke usaha tas kayu atau Excellent Wood Bag," ujar Alumni SMK N 2 Adiwerna Kabupaten Tegal Jurusan Kriya itu kepada Tribunjateng.com, Senin (8/7/2019).

Dia mengungkapkan bahan-bahan kayu yang dipakainya berasal dari janis jati, pinus, dan, sonokeling.

Menurutnya, tas kayu buatannya dibanderol dengan harga Rp 350 ribu hingga Rp 450 ribu.

"Cocok untuk pria dan wanita. Kita memperlihatkan keindahan serat kayunya sehingga hanya ada satu di setiap produksinya. Sebab, serat kayu pastinya berbeda beda," cerita Rosadi.

Dalam membuat satu tas, dia mengaku membutuhkan waktu paling cepat selama seminggu.

Hasilnya, tas kayu dengan berbagai kombinasi serat dari kayu jati, pinus, dan sonokeling siap memberi kesan unik.

"Dengan asesoris rantai nikel gold, sangat cocok untuk perempuan. Sedangkan tas cowok dipermanis dengan kulit agar lebih maskulin," ujarnya.

Rosadi mengaku tak hanya membuat tas saja, melainkan masih banyak kerajian lainnya yang juga berbahan kayu seperti asesoris gelang, kalung, dan sejenisnya.

Namun saat ini, dia mengaku lebih sibuk menggarap tas kayu karena banyaknya orderan.

"Saya garap kerajinan kayu ini sejak tahun 2012 lalu. Ya sudah banyak karya saya yang terjual, bahkan sampai Eropa Jerman pun pernah," ungkapnya. (Tribunjateng/gum).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved