Syaian Pinjam Uang Demi Bayar PTSL ke Perangkat Desa Prampelan Namun Sawah Miliknya Belum Dipatok

Syaian, Seorang warga Desa Prampelan, Kabupaten Demak, keluhkan proses pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) oleh perangkat desa, tak kunjung

Syaian Pinjam Uang Demi Bayar PTSL ke Perangkat Desa Prampelan Namun Sawah Miliknya Belum Dipatok
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Syaian warga desa Prampelan, RT 1 RW 4, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Senin (8/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Syaian, Seorang warga Desa Prampelan, Kabupaten Demak, keluhkan proses pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) oleh perangkat desa, tak kunjung jadi sejak 2018 lalu.

Ia mengaku sempat senang ketika mendengar ada sertifikat massal di Balaidesa. Lalu ia mengaku langsung ke Balidesa.

Ia bercerita, sempat diberitahu panitia PTSL sudah terlambat mengikuti program tersebut.

Kemudian ia mendapat informasi dari perangkat desa di hari itu juga, bahwa masih bisa mendaftar ke panitia PTSL.

Saat mendengar hal tersebut, ia langsung mengurus perihal syarat-syarat yang dibutuhkan.

"Saya langsung mengumpulkan pajak bumi bangunan, kk, ktp ke panitia PTSL ketika itu.

Namun sampai saat ini belum juga jadi.

Patok pun belum juga dipasang," terangnya, Senin (8/7/2019).

Warga Prampelan RT 1 RW 4 tersebut, mengajukan sertifikat tanah untuk lahan sawahnya.

Ia mengaku sempat bingung saat dimintai biaya Rp 500 ribu untuk lahan sertifikat sekitar 1800 meter lebih, sawahnya tersebut.

Ia mengaku tak mempunyai biaya untuk membayar permintaan tersebut, namun ia mengupayakannya untuk meminjam keluarganya yang ada di Semarang.

"Saya jujur kalau biaya tak punya.

Tapi sampai saat ini pun belum jadi.

Bahkan sawah saya belum ada patoknya, berarti sampai saat ini belum diukur," terangnya.

Menurutnya progam PTSL tersebut sejak 2018 awal lalu. (Tribunjateng/Moch Saifudin)

Penulis: Moch Saifudin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved