BMKG Tutup Sekolah Lapang Iklim Tahap 3 di Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung‎

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama stakeholder terkait menutup Sekolah Lapang Iklim (SLI) tahap 3 di Kabupaten Temanggung.

BMKG Tutup Sekolah Lapang Iklim Tahap 3 di Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung‎
TRIBUN JATENG/YAYAN ISRO ROZIKI
Kepala BMKG Pusat, Anggota Komisi V DPR RI?, dan stakeholder lain, memanen padi hasil SLI tahap 3, di Desa Tegalsari, Kecamatan Kedu, Temanggung, Selasa (9/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama stakeholder terkait menutup Sekolah Lapang Iklim (SLI) tahap 3 di Desa Tegalsari, Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (9/7/2019).

Selain itu, juga dilaksanan panen raya padi di demplot-demplot yang digunakan sebagai sarana praktik langsung SLI tahap 3 di Temanggung.

Hasilnya, produktivitas panen padi --variates Situ Bagendit dan Ciliwung-- yang ditanam sebagai pilot project ini, melebihi rata-rata hasil panen kabupaten.

Berdasar tiga sampel ubinan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Temanggung, padi yang ditanam dengan metode SLI mampu menghasilkan produktivitas rata-rata 6,8 ton per hektare.

Kakak Beradik yang Kabur ke Balikpapan dan Lakukan Pernikahan Sedarah Bisa Dipidana

Seorang petani peserta SLI tahap 3, Suminto, mengatakan produktivitas panen padi percontohan sekolah iklim meningkat antara 9 persen - 10 persen‎.

"Dengan sekolah iklim, kita bisa meprediksi cuaca, sehingga bisa memperkirakan hama dan penyakit apa saja y‎ang bakal menyerang, beserta cara menanggulanginya. Dengan begitu, produktivitas panen akan meningkat," ujarnya, di sela-sela penutupan SLI tahap 3.

Dituturkan, selain itu dengan bekal ilmu dan pengetahuan dari SLI ini para petani nantinya bisa ‎menentukan kira-kira tanaman apa yang cocok ditanam, disesuaikan dengan iklim yang ada.

Menurut dia, pengetahun yang diperoleh tak hanya bisa digunakan untuk menigkatkan produktivitas tanaman padi.

Melainkan, juga untuk berbagai jenis tanaman unggulan lain. Misalnya, tembakau, bawang, dan lainnya.

"Penguasaan iklim untuk tanaman tembakau juga penting. Karena jika curah hujan tinggi, tembakau hasilnya tidak bagus," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: yayan isro roziki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved