Fintech Ilegal Masih Jadi Tantangan OJK

OJK masih terus berkoordinasi dengan Satgas Waspada Investasi untuk memblokir atau menutup aplikasi pemberi pinjaman online tersebut.

Fintech Ilegal Masih Jadi Tantangan OJK
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui masih memiliki tantangan, salah satunya yakni masalah fintech illegal atau aplikasi pinjaman online tidak berizin yang menjamur di Indonesia.

"Itu masih jadi PR OJK sampai saat ini," Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian dan Pengembangan Financial Technology OJK Bintang Prabowo dalam seminar di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Saat ini kata dia, OJK masih terus berkoordinasi dengan Satgas Waspada Investasi untuk memblokir atau menutup aplikasi pemberi pinjaman online tersebut.

Namun Bintang enggan untuk membeberkan strategi menangkal menjamurnya fintech illegal di Indonesia karena khawatir bocor.

Satgas Waspada Investasi sebelumnya, menemukan 140 entitas yang melakukan kegiatan usaha fintech peer to peer lending yang tak mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada 2018, ditemukan fintech peer to peer lending tidak berizin sebanyak 404 entitas.

Adapun pada 2019 tercatat ada 683 entitas.

Satgas meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir website dan aplikasi tersebut.

Selain itu, untuk memutus akses keuangan dari aplikasi pinjaman online ilegal, Satgas sudah meminta kepada perbankan untuk menolak pembukaan rekening tanpa rekomendasi OJK. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul OJK: PR Kami Masih Fintech Illegal...

Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved