Legenonan di Sumurjomblangbogo, Bupati Asip Kholbihi Bagi-Bagi Bantuan

Legenonan ataupun sedekah bumi merupakan tradisi yang mengandung maksud agar sebagai umat di bumi, kita dianjurkan untuk bersedekah kepada sesama.

Legenonan di Sumurjomblangbogo, Bupati Asip Kholbihi Bagi-Bagi Bantuan
IST
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si. didampingi Asisten I Drs. Ali Riza, M.Si menghadiri kegiatan serupa memberikan apresiasinya terhadap kegiatan tradisi legenonan yang dilaksanakan di Desa Sumurjomblangbogo Kecamatan Bojong, Jumat (05/07/2019) malam kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Legenonan ataupun sedekah bumi merupakan tradisi yang mengandung maksud agar sebagai umat di bumi, kita dianjurkan untuk bersedekah kepada sesama agar mecapai wasilah amal jariyah, wasilah shodaqoh, dan infaq.

Tradisi ini, sangat baik untuk dijaga dan dilestarikan.

Adanya kegiatan ini juga menunjukkan kehidupan masyarakat yang rukun dan turun-temurun yang dilaksanakan oleh masyarakat Pekalongan.

Legenonan dilaksanakan setiap bulan Syuro (kalender Jawa).

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si. didampingi Asisten I Drs. Ali Riza, M.Si menghadiri kegiatan serupa memberikan apresiasinya terhadap kegiatan tradisi legenonan yang dilaksanakan di Desa Sumurjomblangbogo Kecamatan Bojong, Jumat (05/07/2019) malam kemarin.

Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban apalagi dengan adanya Kampus IAIN Pekalongan di sekitar Desa Sumurjomblangbogo yang dapat meningkatkan perekonomian warga.

“Sekarang ini di dekat Desa Sumurjomblangbogo sudah ada perguruan tinggi IAIN Pekalongan. Yang mana jumlah mahasiswanya ribuan. Kehadiran mereka dapat kita manfaatkan dengan baik sebagai sumber peningkatan perekenomian masyarakat Desa Sumujomblangbogo. Oleh karena itu, saya mohon agar kerukunan, ketertiban dan kenyamanan desa untuk bersama-sama kita jaga,” terang Asip.

Lebih lanjut, Bupati menambahkan adanya peraturan dari Pemerintah mengenai program pemberdayaan yang dapat memajukan ekonomi desa.

“Melalui acara ini kita tingkatkan partisipasi terhadap kebangkitan pembangunan dan keamanan di desa,” ujar Bupati.

Bupati Pekalongan menegaskan juga perihal pesta demokrasi atau Pemilu yang telah usai.

Ia meminta masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan, tidak berselisih paham dan harus menjadi satu kesatuan lagi tanpa melihat apa pilihan mereka.

“Hidup di Kabupaten Pekalongan itu yang paling penting adalah warganya rukun, tidak boleh bertengkar antar sesama meskipun beda pilihan. Masalah pilihan Pilpres dan Pileg telah usai. Mari kita doakan Presiden dan Anggota Dewan yang terpilih bisa menjalankan amanah dan bisa memimpin bangsa dengan baik,” tegas Bupati Asip.

Terkait pagelaran wayang kulit dalam sedekah bumi atau legenonan malam itu, Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.,M.Si. berharap masyarakat dapat mengambil pesan moral yang terdapat dalam pementasan wayang tersebut.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri tersebut juga membagi-bagi bantuan kepada masyarakat Desa Sumurjomblangbogo Kecamatan Bojong.

Bantuan tersebut antara lain bantuan beasiswa bagi pelajar SD, SMP dan SMA, serta bantuan biaya tambahan hidup bagi beberapa lansia di desa setempat. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved