Sutopo Meninggal, Bisakah Batuk karena Kanker Paru-paru dan Sakit Biasa Dibedakan? Ini Kata Dokter

Kepala Pusdatinmas BNPB Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker paru-paru

Sutopo Meninggal, Bisakah Batuk karena Kanker Paru-paru dan Sakit Biasa Dibedakan? Ini Kata Dokter
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Sutopo Purwo Nugroho 

TRIBUNJATENG.COM - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker paru-paru.

Sutopo mengembuskan napas terakhirnya di Guangzhou, Cina.

Sebelumnya melalui akun instagram pribadinya, Sutopo sempat berpamitan pada seluruh warga Indonesia mengenai keberangkatannya ke Negeri Tirai Bambu itu untuk mendapat perawatan yang lebih maksimal.

Setelah sekitar tiga minggu menjalani perawatan untuk kanker paru-paru di Guangzhou, Sutopo meninggal dunia, kabar ini tentunya membawa duka bagi masyarakat Indonesia.

Kasus kanker paru sendiri berada di peringkat pertama dalam kasus kematian akibat kanker.

Kanker ini biasanya memiliki gejala awal seperti batuk, sesak napas, dan lain sebagainya.

Sering kali, gejala ini begitu mirip dengan penyakit pernapasan lain.

Akibatnya, banyak orang mengabaikannya hingga akhirnya baru mengetahui mengidap kanker paru setelah stadium lanjut.

Namun, bagaimana cara membedakan batuk akibat kanker paru dengan penyakit pernapasan lain?

Menurut dr Elisna Syahruddin, SpP(K), PhD dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Respiratori, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tidak ada perbedaan batuk kanker paru dengan batuk lain.

Halaman
123
Editor: muslimah
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved