2020 Industri Kakao di Batang Targetkan Ekspor Olahan Coklat

Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu (PPKIPKT) Kabupaten Batang telah menargetkan untuk meningkatkan kelasnya

2020 Industri Kakao di Batang Targetkan Ekspor Olahan Coklat
dina indri
Penyortiran biji kakao untuk proses pengolahan di Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu (PPKIPKT) Desa Wonokerso, Tulis, Batang, Rabu (10/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG -- Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu (PPKIPKT) Kabupaten Batang telah menargetkan untuk meningkatkan kelasnya menjadi pabrik olahan coklat yang selama ini hanya sebatas mengolah kakao polong atau kakao mentah.

General Manager PPKIPKT Batang, Nur Muhib mengatakan permintaan coklat di Asia, Eropa dan Amerika terus tumbuh dan telah melampaui kemampuan petani lokal sehingga mendorong Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan produksi biji kakao ke pengolahannya.

"2020 kita harapkan ini sudah kelas kita ke tahap selanjutnya dengan pengolahan biji kakao ke makanan berbasis coklat," tuturnya.

Menurut Muhib, capaian ke arah pengolahan biji kakao berbasis makanan coklat tersebut bisa menggeser negara penghasil makanan coklat seperti Belgia, Swiss, Belanda Jerman.

"Di tengah persaingan dagang, Indonesia harus menjaga tren kenaikan bahkan meningkatkan level produk coklat dengan demikian perusahaan cocia granding dari luar negeri yang dulu Import biji kakai pada tahun 2004 hingga 2008 yang banyak mendirikan pabrik di Indonesia akan kembali berinvestasi," terangnya.

Saat ini pihaknya masih mempersiapkan beberapa bahan baku olahan, yang akan siap di ekspor pada tahun 2020.

"Ini kita masih mempersiapkan dan tarhet produksi olahan coklat yakni 150 Ton ditargetkan. Tahapan sudah melalui ujicoba pembuatan olahan seperti butter dan coklat. Semua kita bikin dengan standar kelas Eropa sehingga untuk kualitas kita sudah siap bersaing," ujarnya.

Muhib menambahkan untuk hasil kebun dengan luasan lahan 130 hektar di Pabrik Kakao yang ada di Desa Wonokerso KecamatanTulis, pada tahun 2017 mampu menghasilkan 60-70 Ton biji polong dan naik menjadi 160 Ton di Tahun 2018.(din)

Penulis: dina indriani
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved