Apindo Jateng : Peningkatan Ekspor Perlu Dukungan Kebijakan Pemprov

Rencana presiden Jokowi untuk mendorong industri dan pariwisata di Jateng disambut positif oleh Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi.

Apindo Jateng : Peningkatan Ekspor Perlu Dukungan Kebijakan Pemprov
Tribunjateng.com/Raka F Pujangga
Ekspor Produk Kehutanan Indonesia, Sudah Tembus 45,37 Miliar Dolar Amerika 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rencana Presiden Jokowi untuk mendorong industri dan pariwisata di Jateng disambut positif oleh Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi.

Ia menyebut Jateng memang potensial di bidang Industri ada beberapa faktor yang memacunya.

"Yang paling utama untuk mendongkrak ekspor adalah kebijakan pemerintah," terang Frans Kongi saat dihubungi Tribun Jateng, Rabu (10/7/2019).

Ia juga menyampaikan kebijakan bisa muncul dari berbagai hal mulai dari upah minimum yang kompetitif hingga kebijakan ekspor.

Ditipu Penyalur TKI dan Uangnya Raib, Awal Kisah Sukses Anik Jadi Pengusaha Jamur Krispi

Terkait upah, menurutnya Jateng masih menjadi incaran para pemilik modal untuk mengembangkan bisnisnya.

Hanya saja untuk fasilitas ekspor menurutnya masih harus ada kebijakan yang memudahkan.

"Biaya ekspor masih terlalu banyak, dokumen yang menyertainya juga terlalu rumit, ini menghambat peningkatan ekspor kita," terang Frans lebih lanjut.

Upaya lain yang perlu dilakukan pemerintah adalah sebagai penyambung lidah.

Menurutnya pemerintah provinsi harus menjalin hubungan baik dengan para duta besar Indonesia di luar negeri.

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Pemkab Batang Fasilitasi Kedai Kopi

"Karena dari sanalah produk kita dari Jateng bisa dikenal. Jalin hubungan yang baik untuk bisa meningkatkan kerjasama jual-beli itu juga bisa dilakukan untuk memacunya," bebernya

Ia memastikan komitmen industri untuk terus tumbuh tidak perlu dikhawatirkan.

Saat ini, produksi terus digenjot oleh tiap perusahaan.

Hal itu terlihat juga dari neraca perdagangan sektor non migas Jateng yang menunjukan angka surplus.

"Kalau soal produksi jangan dipertanyakan. Kami diminta berapapun siap. Bahkan untuk garmen, pesanan itu sudah ada sampai nanti bulan November. Setelah itu baru kita cari pasar lagi," bebernya.

Penulis: rival al-manaf
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved