Bisakah Stunting Dicegah? Begini Penjelasan Dokter Tunggul Saat Gelar RADPG di Kota Pekalongan

Dinkes Kota Pekalongan menggelar Pertemuan Konsolidasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) dalam penanggulangan stunting di Kota Pekalongan.

Bisakah Stunting Dicegah? Begini Penjelasan Dokter Tunggul Saat Gelar RADPG di Kota Pekalongan
ISTIMEWA
Plt Dinkes Kota Pekalongan dr Tunggul Pamungkas saat memberikan penjelasan mengenai RADPG dalam Penanggulangan Stunting di Kota Pekalongan. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Jetayu, Setda Kota Pekalongan, Rabu (10/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dinkes Kota Pekalongan menggelar Pertemuan Konsolidasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) dalam penanggulangan stunting di Kota Pekalongan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Jetayu, Setda Kota Pekalongan, Rabu (10/7/2019).

Plt Dinkes Kota Pekalongan dr Tunggul Pamungkas menuturkan, kegiatan ini untuk mensinergikan semua sektor atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Pekalongan yang berhubungan dengan pencegahan stunting.

Stunting adalah kondisi dimana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya.

"Dampak stunting yakni mudah sakit, kemampuan kognitif berkurang, saat tua berisiko terkena penyakit berhubungan dengan pola makan, fungsi-fungsi tubuh tidak seimbang. Juga mengakibatkan kerugian ekonomi dan postur tubuh tidak maksimal saat dewasa," kata dr Tunggul kepada Tribunjateng.com.

Menurutnya, stunting terjadi sejak dalam kandungan dan akan tampak saat anak berusia 2 tahun.

Saat ini prevalensi stunting di Indonesia adalah 37,2 persen atau 8 juta anak mengalami pertumbuhan tidak maksimal.

"Stunting dapat dicegah dengan cara memberikan ASI dan makanan pendamping. Selain itu, akses air bersih, fasilitas sanitasi, pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, serta memantau pertumbuhan balita di posyandu," terangya.

Tunggul mengungkapkan angka stunting sebetulnya dapat dicegah melalui skrining faktor risiko, misalnya pada ibu hamil akan muncul sejak awal kehamilan sehingga harus diintervensi pemenuhan gizinya agar tidak menjadi stunting.

"Berbagai program telah dilaksanakan di Kota Pekalongan, yakni kesehatan reproduksi remaja dengan cara pemberian penjelasan gizi," jelas Tunggul.

Tunggul menyampaikan, ada kelas untuk mengedukasi para ibu hamil di Kota Pekalongan.

Hal ini dilakukan agar anak-anak yang lahir dalam kondisi sehat sehingga kemungkinan stunting menjadi kecil.

"Kegiatan stunting tak hanya dilakukan oleh Dinkes tapi juga dilaksanakan di berbagai sektor seperti sektor seperti Dinperpa, Bappeda, dan Dinsos P2KB," ungkapnya. (Indra Dwi Purnomo)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved