Fokus : Meraih Peluang

"Semarang saiki wis koyo Jakarta, dalane padet, macet, akeh acara gede (Semarang sekarang sudah seperti Jakarta, jalannya padat,

Fokus : Meraih Peluang
tribunjateng/bram
ARIEF NOVIANTO Wartawan Tribun Jateng 

Oleh Arief Novianto
Wartawan Tribun Jateng

"Semarang saiki wis koyo Jakarta, dalane padet, macet, akeh acara gede (Semarang sekarang sudah seperti Jakarta, jalannya padat, macet, banyak acara besar-Red)," kata seorang tetangga saya dalam sebuah diskusi ngalor-ngidul di pos ronda kampung, kemarin malam.

Yah, hal itu diungkapkan menanggapi banyaknya gelaran acara berskala nasional di Kota Lumpia belakangan ini, sebut saja Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Semarang Night Carnival (SNC), dan segera menyusul MXGP Of Asia 2019.

Gelaran yang sudah berjalan, Rakornas Apeksi misalnya, diakui memberikan dampak luar biasa terhadap perekonomian di Kota ini, antara lain memicu bisnis hotel, dengan tingginya tingkat hunian.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng, Heru Isnawan menyatakan, sejumlah hotel sudah penuh sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan Apeksi. "Bahkan sejak sepekan sebelumnya hotel-hotel sudah menolak pesanan kamar," katanya.

Menurut dia, tingginya okupansi tersebut tidak hanya terjadi pada hotel yang berada di pusat kota, tetapi merata hingga di kawasan pinggiran.

Belum lagi, gelaran itu juga berdampak positif terhadap penjualan ritel pusat oleh-oleh dan pusat perbelanjaan, bahkan peningkatan kunjungan sejumlah objek wisata di Kota Semarang.
Nama Kota Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jateng pun tampaknya bakal semakin tenar dengan telah berlangsungnya beberapa seri MXGP, dan segera berlangsungnya seri ke-12 pada Jumat-Minggu (12-14/7).

Terbaru, Provinsi Jateng tengah menjadi sorotan pemerintah pusat terkait dengan besarnya potensi yang dimiliki dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama industri berorientasi ekspor dan sektor pariwisata.

Dengan potensi itu, pemerintah pusat ingin memberikan back up bantuan yang diperlukan, agar percepatan pembangunan di Jateng betul-betul riil. Bahkan, Presiden Jokowi menjanjikan semua menteri akan memberikan dukungannya apabila diperlukan.

"Jateng memiliki kesempatan besar. Oleh sebab itu, pemerintah pusat ingin memberikan back up bantuan yang diperlukan," kata Presiden Jokowi, dalam Rapat Kabinet Terbatas membahas percepatan pembangunan Jateng, di Istana Bogor, Jabar, Selasa (9/7).

Ratas itu secara khusus membahas percepatan pembangunan di lingkup Jateng. "Dalam hal ini kita tahu, kita memerlukan dorongan pertumbuhan ekonomi, dan Jateng memiliki kesempatan besar," ujar Jokowi.

Pemprov Jateng pun saat ini tengah berupaya memacu pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen, jauh lebih tinggi dari kondisi di kuartal I/2019 sebesar 5,14 persen. Untuk mencapai target itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo berencana melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah pihak untuk membahas berbagai hal yang perlu dilakukan.

Tampaknya, berbagai hal itu bakal menjadi peluang luar biasa bagi upaya memacu perekonomian di provinsi ini, termasuk Kota Semarang. Belum lagi dukungan infrastruktur, khususnya Jalan Tol Trans Jawa yang mendukung kemudahan akses industri dan berbagai sektor lain.

Potensi itupun sangat terbuka dimanfaatkan masyarakat di berbagai lapisan, dengan kejelian melihat peluang yang bisa dimasuki. Hanya saja, keyakinan, keuletan, dan mental usaha kadang menjadi tantangan tersendiri.

Meraih peluang memang bukan hal yang mudah, tetapi tidak mustahil. Berbagai kisah sukses pengusaha besar bisa menjadi rujukan dalam hal ini. Sepertinya, niat dan langkah nyata menjadi penentu hasil. Selamat mencari peluang. (*)

Penulis: arief novianto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved