Jelang Final, Peserta Top 7 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Semakin Greget

Penyelenggaraan pelayanan publik oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan dari tahun ke tahun telah mengalami peningkatan.

Jelang Final, Peserta Top 7 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Semakin Greget
IST
Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN – Penyelenggaraan pelayanan publik oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan dari tahun ke tahun telah mengalami peningkatan.

Namun, seiring tuntutan kebutuhan dan harapan masyarakat perlu terus diupayakan strategi bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Pemerintah merancang gerakan one agency, one innovation  yang diwajibkan oleh setiap instansi pemerintah untuk menciptakan satu inovasi setiap tahunnya. Oleh karena  itu, Kabupaten Pekalongan mewadahi gerakan tersebut dengan mengadakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik,” ungkap Drs. Amat Rosyidin, S.H, M.Si-Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Pekalongan baru baru ini.

Menurut Rosyidin, kegiatan inovasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik.

Sehingga, Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa lebih maksimal, kreatif dan termotivasi dalam melayani masyarakat dengan baik.

“Inovasi ini dibuat untuk mempercepat pelaksanan pelayanan publik agar lebih efisien dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Sebelumnya telah berlangsung gerakan inovasi di tingkat pusat yang disebut “Sinovik” pada tahun 2014, dan tingkat Provinsi pada tahun 2018, dimana Kabupaten Pekalongan turut  serta dalam kompetisi tersebut. Kemudian, di tahun 2019 Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan gerakan inovasi dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di lingkungan pemerintah.

Sementara itu Kepala Bagian Organisasi dan Kepegawaian Setda Drs. Rukman Hidayat AP. menyampaikan bahwa sebelum Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik itu dilaksanakan, diadakan terlebih dahulu sosialisasi dan workshop untuk pemberian informasi mengenai teknis dalam kompetisi.

“Kita terlebih dahulu launching kompetisi, dilanjutkan workshop. Dimana kita ambil coach yang ahli dalam bidangnya. Workshop tersebut dihadiri oleh semua OPD yang akan ikut serta dalam kompetisi itu,” terang Rukman.

Setelah dilaksanakan workshop, tersaring 24 inovan yang proposalnya masuk ke email Penyelenggara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik.

Kemudian proposal yang sudah diterima disesuaikan dengan karakteristik kompetisi tersebut yang berpedoman pada Permenpan No. 5 tahun 2019.

Adapun 3 tahap seleksi yang dilakukan oleh penyelenggara Kompetisi diantaranya adalah  administrasi, presentasi dan wawancara, dan survey lapangan. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved