Kisah Pilu Guru Honorer, Tinggal di Rumah Bambu Tanpa Listrik, Honor Bulanan Cuma Rp 85 Ribu

Di tengah keterbatasan uang dan fasilitas, serta tidak adanya saluran informasi, Beti tetap bertahan untuk mengabdi di SMP Negeri 3 Waigete, Flores.

Kisah Pilu Guru Honorer, Tinggal di Rumah Bambu Tanpa Listrik, Honor Bulanan Cuma Rp 85 Ribu
Kompas.com/Nansianus Taris
Perjuangan guru honorer di pedalaman Flores. 

TRIBUNJATENG.COM, FLORES - Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Kalimat ini sudah sering didengar dan tentu tahu alasannya.

Namun tak sedikit kasus tentang para guru ini yang membuat sedih.

Contoh sebuah kasus yang terjadi di Tangerang.

Dilansir dari Tribunnews, seorang guru honorer SD Negeri Pondok Pucung 02 bernama Rusmini sempat menyuarakan dugaan pungli di sekolah tersebut.

Rusmini disebut berhasil membongkar dugaan praktik pungli iuran laboratorium komputer, infokus, dan buku pelajaran yang dibeli secara mandiri.

Namun sedihnya, investigasi yang dilakukan Rusmini ternyata justru membuatnya dipecat dari sekolahnya.

Kisah Rusmini menjadi satu dari kisah pilu yang sering menghampiri para guru honorer di Indonesia.

Salah satunya di pedalaman Flores.

Dikutip dari Kompas.com pada Rabu (10/7/2019), nasib beberapa guru honorer di SMP Negeri 3 Waigete, Flores, NTT punya kisah pilu tersendiri.

Halaman
1234
Editor: deni setiawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved