Mengaku Anggota Polri, Eko Tipu Korban Sampai Rp 9 Juta, Janjikan Barang Sitaan

Menurut AKBP Gatot, berdasarkan pengakuan tersangka ia mengaku sebagai anggota polri untuk mengelabuhi korban

Mengaku Anggota Polri, Eko Tipu Korban Sampai Rp 9 Juta, Janjikan Barang Sitaan
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono saat gelar perkara kasus penipuan di Mapolresta Salatiga, Rabu (10/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Salatiga berhasil meringkus seorang tersangka tindak pidana penipuan atas nama Eko Prianto Bin Marhaino (41) warga Jalan Luku I Gang Waris No 3 Medan, Kelurahan Kwala Belaka, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan lantaran mengaku sebagai anggota polri.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono dalam gelar perkara mengatakan modus operandi tersangka mengaku sebagai Kasatreskrim Polres Salatiga guna melancarkan aksinya.

“Untuk persisnya penipuan dilakukan pada Kamis 23 Mei 2019 sekira pukul 16.30 WIB di halaman parkir mall Ramayana Salatiga dengan korban Mohammad Zulham Effendi (41) warga Perum PGRI Blok J/130 RT 03/RW 06 Kelurahan Sendang Mulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang,” terangnya kepada Tribunjateng.com, di Mapolresta Salatiga, Rabu (10/7/2019)

Menurut AKBP Gatot, berdasarkan pengakuan tersangka ia mengaku sebagai anggota polri untuk mengelabuhi korban.

Hingga dilakukan penangkapan tersangka telah melakukan penipuan sebanyak delapan kali dengan total kerugian korban total berkisar Rp 9 juta.

Ia menambahkan agar para korban yakin tersangka adalah benar anggota polri dalam aksinya melengkapi diri dengan senjata api jenis soft gun.

Setiap kali beroperasi tersangka menjanjikan kepada para korban dapat memberikan hand phone dan juga barang lain dengan harga murah dari barang bukti hasil pengungkapan kasus.

“Sebenarnya pekerjaan sehari-hari tersangka ini supir truk.

Dari hasil kejahatan itu kerugian korban total mencapai Rp 9 juta.

Kini kepada tersangka kami kenakan pasal 378 dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” katanya

Dikatakan Kapolres Salatiga, dari hasil penungkapan kasus itu petugas menyita sejumlah barang bukti diantaranya 3 buah hand phone satu milik pelaku, empat buah masker, sepasang sepatu, dan 1 buah senjata api jenis soft gun.

Sementara terhadap korban dilakukan penahanan di Polres Salatiga untuk penyidikan lebih lanjut.

“Karena dari pengembangan yang ada tersangka ini juga pernah melakukan tindak kejahatan serupa di Kabupaten Boyolali, Klaten, Semarang, dan Kota Salatiga. Dengan modus sama untuk mendapatkan uang atau handphone milik korban,” jelasnya

Tersangka Eko Prianto Bin Marhaino (41) kepada wartawan mengaku terpaksa melakukan tindak kejahatan penipuan karena terdesak kebutuhan ekonomi terutama untuk biaya pengobatan dirinya yang terkena penyakit glukoma.

“Saya selama ini menawarkan handphone tetapi barang tidak saya kasih ke korban. Untuk keperluan pengobatan sehari-hari, terkadang saya cuma meminta uang saja kepada korban. Sedang senjata saya beli melalui media sosial facebook seharga Rp 2 juta di Semarang,” ucapnya (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved