Minat Warga Dirikan Rumah di Salatiga Tinggi, Pemkot Salatiga Gelar Sosialisasi

Tingginya minat masyarakat untuk mendirikan rumah hunian di Kota Salatiga, Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menggelar sosialisasi

Minat Warga Dirikan Rumah di Salatiga Tinggi, Pemkot Salatiga Gelar Sosialisasi
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Walikota Salatiga Yuliyanto saat membuka acara sosialisasi Perwali Nomor 74 Tahun 2018 di Ruang Plumpungan Setda Kota Salatiga, Rabu (20/7/2019).

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Tingginya minat masyarakat untuk mendirikan rumah hunian di Kota Salatiga, Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menggelar sosialisasi khusus peratutan walikota nomor 74 tahun 2018 tentang pengelolaan sarana prasarana di Ruang Plumpungan Setda Kota Salatiga, Rabu (20/7/2019)

Walikota Salatiga Yuliyanto mengatakan tujuan sosialisasi dengan menghadirkan sejumlah pihak mulai Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, kemudian perwakilan pengembang perumahan bertujuan agar memahami substansi Perwali Nomor 74 Tahun 2018.

“Di sana mengatur pengelolaan perumahan dan jaminan kesehatan masyarakat serta penyelenggaraan penyerahan dan pengelolaan prasarana, sarana dan utilitas perumahan. Tujuannya pembangunan itu tidak lain bagaimana Kota Salatiga dapat meraih berbagai prestasi lagi kedepannya. Masyarakatnya semakin makmur dan sejahtera bukan sebaliknya,” terangnya kepada Tribunjateng.com, di Ruang Plumpungan Setda Kota Salatiga, Rabu (20/7/2019)

Menurut Yuliyanto para pengembang yang mengajukan izin membangun rumah hiunian di Kota Hati Beriman jumlahnya terus mengalami kenaikan.

Pada satu sisi kata dia, hal itu dapat memberikan sumbangsih perkembangan ekonomi masyarakat dan pendapatan negara.

Ia menambahkan, kondisi wilayah kota dengan kebersihan yang terjaga sehingga nyaman, kondusif dan warganya toleran banyak dilirik para pengembang.

Akan tetapi lanjutnya, kepentingan Pemkot Salatiga tidak sekadar menjadikan wilayah idaman bagi banyak orang yang ingin bertempat tinggal.

Melainkan, kebersihan lingkungan masyarakatnya harus tetap bersama-sama dipikirkan.

Karenanya, sosialisasi Perwali Nomor 74 Tahun 2018 menjadi perlu dipahami bersama supaya jika pihak-pihak atas berbagai pertimbangan tidak mendapatkan izin pembangunan agar dapat menerimanya.

Kabag Hukum Setda Kota Salatiga Haryono Arif menambahkan, sosialisali tersebut ditujukan untuk mendukung kebijakan dari pemerintah khususnya mengenai informasi produk hukum kepada masyarakat.

Hal tersebut  mengenai aturan untuk  pedoman penyerahan sarana dan prasarana dan penyelenggaraan program jaminan kesehatan masyarakat.

“Produk hukum ini dibuat untuk meningkatkan  pemahaman pengetahuan hukum ke masyarakat. Dan untuk mempercepat pembangunan di Kota Salatiga, meski demikian tetap mengindahkan faktor kesehatan lingkungan,” jelasnya

Pada kesempatan tersebut, turut dihadirkan menjadi narasumber Kepala DKK Salatiga Siti Zuraidah, bagian perekonomian Setda Kota Salatiga, perwakilan unsur perumahan dan pemukiman.

Sebagai peserta perwakilan pengembang perumahan, mulai dari LPMK, PKK Kota dan Kecamatan serta Pemerintah Kelurahan. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved