Perjuangan Ratna Galih hingga Lahirkan Bayi Kembar

Kebahagiaan sedang menyelimuti keluarga Ratna Galih dan Sawkani yang kini telah dikaruniai 5 anak. Aktris sekaligus model kelahiran 1988 itu

Perjuangan Ratna Galih hingga Lahirkan Bayi Kembar
instagram.com/ratnagalih
Ratna Galih 

TRIBUNJATENG.COM -- Kebahagiaan sedang menyelimuti keluarga Ratna Galih dan Sawkani yang kini telah dikaruniai 5 anak. Aktris sekaligus model kelahiran 1988 itu, sebelumnya telah punya tiga putra.

Kini dia melahirkan sepasang bayi kembar, jenis kelamin laki-laki dan perempuan, 5 Juli 2019 pagi. Dua bayi itu telah diberi nama yaitu Shaldy Ararya Sawkani dan Shelma Aisyah Sawkani.

Melahirkan tiga kali, semua cowok dan lahir normal. Kini melahirkan bayi kembar dia sempat gugup sebelum menjalani operasi sesar.

"Pengalaman pertama aku masuk ruang operasi, pas masuk kok ruang operasi banyak orang, belum ada yang aku kenal, yang familiar dokter Caroline doang, pas dokternya masuk ‘ok aman’," jelasnya, mengutip dari Grid.id.

Kehamilan kembar yang dialami Ratna Galih ini rupanya merupakan usahanya mengikuti program bayi tabung. Wanita yang sempat dikabarkan pernah menjalin hubungan dekat dengan Edhie Baskoro Yudhoyono ini pun menceritakan alasannya mengikuti program bayi tabung.

Ratna Galih mengunggah pengakuannya di Instagram-nya. Rupanya alasan Ratna Galih mengikuti program bayi tabung ini dikarenakan pengaruh skoliosis yang dideritanya semakin bertambah parah.

Skoliosis merupakan kelengkungan tulang belakang ke samping yang paling sering terjadi selama percepatan pertumbuhan sesaat sebelum pubertas. Melansir Mayo Clinic, skoliosis dapat disebabkan oleh kondisi seperti cerebral palsy dan distrofi otot, penyebab sebagian besar skoliosis tidak diketahui.

Sebagian besar kasus skoliosis ringan, tetapi beberapa kelainan tulang belakang terus bertambah parah saat seseorang beranjak tumbuh. Skoliosis berat dapat melumpuhkan, bahkan kurva tulang belakang yang sangat parah dapat mengurangi jumlah ruang di dalam dada, sehingga paru-paru sulit untuk berfungsi dengan baik.

Untuk mengurangi rasa sakit pada ibu hamil yang menderita skoliosis, CLEAR Scoliosis Institute menyarankan untuk mengurangi jumlah dan intensitas latihan selama trimester ketiga.

Akan tetapi jika ibu hamil mengalami skoliosis yang bertambah parah saat masa kehamilan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada OB/GYN atau terapis untuk menangani permasalah kelainan tulang tersebut.

Program bayi tabung inilah yang memberi kemungkinan seorang wanita mendapatkan bayi sesuai dengan jenis kelamin yang diinginkan, seperti yang telah dilakukan Ratna Galih. (grid.id)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved