22 Dubes PBB Kirim Surat ke Dewan HAM Kecam Perlakuan China ke Uighur

Para diplomat PBB dari 22 negara yang sebagian besar Eropa bersama dengan Australia, Kanada, Jepang, dan Selandia Baru menandatangani surat itu.

22 Dubes PBB Kirim Surat ke Dewan HAM Kecam Perlakuan China ke Uighur
BBC
Muslim Uighur di China 

TRIBUNJATENG.COM, JENWA - Lebih dari 20 duta besar PBB mengirim surat kepada Dewan HAM di Jenewa, mengecam perlakuan China terhadap warga etnis Uighur dan Muslim lainnya di wilayah Xinjiang.

Para diplomat PBB dari 22 negara yang sebagian besar Eropa bersama dengan Australia, Kanada, Jepang, dan Selandia Baru menandatangani surat itu.

Sementara Amerika belum menandatangani.

Para duta besar menyatakan keprihatinan tentang laporan kredibel penahanan sewenang-wenang, serta pengawasan luas dan pembatasan, terutama menarget warga Uighur dan minoritas lainnya di Xinjiang.

Mereka mendesak China untuk menghentikan penahanan warga etnis minoritas itu dan memberi mereka "kebebasan bergerak" dalam komunitas mereka.

Para duta besar memilih untuk menyampaikan keprihatinan mereka dalam sebuah surat dibanding melalui resolusi yang pasti akan dibungkam oleh China.

"Pernyataan bersama itu penting tidak hanya bagi penduduk Xinjing, tetapi juga bagi orang-orang di seluruh dunia yang bergantung pada badan HAM PBB untuk meminta pertanggungjawaban China," kata Direktur Badan Pengawas PBB Jenewa, John Fisher, Rabu (10/7/2019).

China membantah menahan orang-orang Uighur dan lainnya dalam apa yang oleh kelompok-kelompok HAM dan mantan tahanan disebut "kamp konsentrasi" yang bertujuan untuk secara paksa melebur mereka ke dalam masyarakat dan budaya China, tetapi menekan budaya dan agama mereka.

China menyebut kamp-kamp itu "pusat-pusat pendidikan kejuruan" yang didirikan untuk melatih orang-orang agar mendapat pekerjaan dan menjauhkan mereka dari tuduhan ekstremisme dan ancaman terorisme. (*)

Artikel ini telah tayang di voaindonesia.com dengan judul 22 Dubes PBB Kutuk Perlakuan China Terhadap Uighur

Editor: galih pujo asmoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved