Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Aiptu Cecep Menghembuskan Napas Terakhir Sesaat Setelah Salat Duha

Sebelum meninggal, Aiptu Cecep merasa kesakitan pada bagian dada kirinya.

Kolase Tribun Jabar (Kompas dan Istimewa)
Kisah 2 polisi meninggal sesaat setelah salat, satu di antaranya Aiptu Cecep di Bandung. Sebelumnya, ada juga Brigpol Furkan yang viral di Kupang. 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Ada kisah yang bisa jadi mengiris hati Anda.

Kisah tersebut tentang polisi yang meninggal setelah menunaikan ibadah salat.

Memang, kematian tak bisa ditebak bisa terjadi kapan pun dan di mana pun.

Satu di antaranya, kabar duka seorang polisi yang bertugas di Polres Bandung.

Dia adalah Aiptu Cecep, meninggal setelah menunaikan salat Duha, Rabu (10/7/2019).

Sebelum meninggal, Aiptu Cecep merasa kesakitan pada bagian dada kirinya.

Mendengar kabar tersebut, pihak Urkes Polres Bandung pun bergegas menuju Masjid Al Fathu Soreang, Kabupaten Bandung.

Tampak anggota polres Bandung tengah membopong Aiptu Cecep, Anggota Bhabinkamtibmas yang meninggal usai upacara hari Bhayangkara ke-73.
Tampak anggota polres Bandung tengah membopong Aiptu Cecep, Anggota Bhabinkamtibmas yang meninggal usai upacara hari Bhayangkara ke-73. (Foto Polres Bandung)

Namun, nyawanya tak tertolong. Saat diperiksa, ia sudah meninggal dunia.

Meninggalnya Aiptu Cecep diduga akibat kelelahan.

Sebelumnya, ia terlibat dalam rangkaian Upacara HUT ke-73 Bhayangkara.

Acara tersebut dilakukan tingkat Polres Bandung di Lapang Upakarti, yang berada di kawasan Pemkab Bandung.

Walaupun kini sudah tiada, kebaikan Aiptu Cecep tetap membekas bagi orang di sekitarnya.

Ia dikenal sebagai polisi yang sangat baik.

Tak hanya itu, Aiptu Cecep pun selalu menunjukkan tanggung jawab atas segala perintah.

Dalam kesehariannya, ia menjalin hubungan dekat dengan masyarakat sekitar.

Selain itu, ia pun dekat dengan para tokoh setempat.

Meninggal Usai Salat Subuh

Selain Aiptu cecep, ada pula polisi lain yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan.

Polisi tersebut meninggal sesaat setelah salat subuh, pada 24 Juni 2018.

Ia adalah Brigpol Furkan, ajudan Kapolda Nusa Tenggara Timur, yang tinggal di Kupang.

Brigpol Furkan mengalami kejang-kejang sesaat setelah menunaikan ibadah salat.

Kemudian tubuhnya pun ambruk.

Hal itu membuat istrinya, Rina Desiana panik.

Rina kemudian suaminya ke rumah sakit, sambil menelepon keluarganya.

Namun, belum juga sampai ke rumah sakit, Brigpol Furkan menghembuskan napas terakhirnya.

Brigpol Furkan dan istrinya, Rina Desiana
Brigpol Furkan dan istrinya, Rina Desiana (istimewa)

Ia diketahui baru dua pekan bekerja sebagai ajudan Kapolda NTT yang kala itu dijabat Raja Erizman.

Namun, nyawanya justru tak tertolong.

Sang istri pun sempat menuliskan curahan hatinya melalui Instagram.

Kala itu, postingannya bahkan viral di media sosial.

Inilah curhat pilu sang istri yang kala itu viral.

"Part 1

"Humairoh,,, istrikuuu"

Kini tidak ada lagi suara yg memanggilku seperti itu lagi,,, Dia, imamku, suamiku,,,

Tdk butuh wkt yg lama untuk bnr2 mengenal dia, 50 hari kami menikah,

d wkt yg singkat itu dia memberiku begitu banyak pelajaran,

smpai dia menghembuskan nafasnya yg terakhir pun aku bisa megerti pelajaran yg dia smpaikan,

tpi sayangnya aku baru menyadarinya saat Allah memanggil dia,,,,

Dia paham betul bahwa istrinya manja, cengeng, dan juga pecemburu seperti Aisyah

"jgn saja menjadi pecemburu seperti Aisyah, tpi jd lah wanita yg kuat pula seperti Aisyah".

Aku slalu bertanya2 apakah aku secengeng itukah smpai dia slalu berkata seperti itu,

tpi saat ini aku sadar, bahwa maksudnya aku hrs menjadi seperti Aisyah yang bnr2 kuat

ketika kekasih hatinya Muhammad Saw pergi dipanggil Allah SWT. #imamku #furkan."

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Kisah 2 Polisi Meninggal Sesaat Setelah Salat, Satu di Antaranya di Bandung, Kebaikannya Membekas

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved