BRI Bantu Renovasi Puluhan Rumah Terdampak Bencana Tanah Bergerak di Brebes

Bantuan renovasi rumah diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap 51 warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana tanah bergerak.

BRI Bantu Renovasi Puluhan Rumah Terdampak Bencana Tanah Bergerak di Brebes
ISTIMEWA
Pemimpin BRI Cabang Brebes, Arief Alamiarto (kiri), menyerahkan simbolis CSR renovasi rumah kepada Bupati Brebes, Idza Priyanti (kanan). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Brebes menyalurkan bantuan Corporate Sosial Responsibility (CSR) senilai Rp 100 juta untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Rajawetan Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes.

CSR diserahkan kepada warga melalui Bupati Brebes, Idza Priyanti, di Kantor Kepala Desa Rajawetan, Kamis (11/7/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Brebes, Sutaryono.

Pemimpin BRI Cabang Brebes, Arief Alamiarto mengatakan, bantuan yang diberikan untuk warga merupakan wujud nyata kerja sama pemerintah setempat dengan BRI.

Bantuan renovasi rumah diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap 51 warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana tanah bergerak di Desa Rajawetan.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah atas kesempatan untuk dapat kontribusi dalam mendukung program-program pemerintah, salah satunya RTLH," kata Arief.

Lebih lanjut Arief mengatakan, BRI akan selalu siap dan berada di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Terutama program yang berkaitan dengan pembangunan dan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti mengapresiasi bantuan CSR dari BRI.

Pihaknya berharap semoga kerja sama Pemkab Brebes dan BRI bisa selalu sinergi dan menciptakan sesuatu yang berdampak positif.

"Alhamdulillah, warga bisa merenovasi dan kembali menempati rumah kembali. Berkat adanya kerja sama pemerintah dengan BRI," ucap Idza.

Dikatakan Idza, bencana tanah bergerak terjadi pada 2018 lalu.

Ada 51 rumah warga yang rusak.

Walaupun ada anggaran untuk memperbaiki rumah tersebut, namun tidak cukup karena terkendala alokasi APBD untuk RTLH yang belum merata.

"Pemerintah akan terus mengusahaakan bagimanapun caranya untuk pembangunan daerah. Baik kepada Pemerintah Pusat maupun pihak swasta," ungkapnya. (M Zainal Arifin)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved