Ibunya Meninggal Sejak Kelas 3 SD Ayah Gangguan Jiwa, Kini Sistem Zonasi Lemparkan Pasha dari PPDB

Setelah gagal diterima di SMPN 2 Karangmojo Gunungkidul, Pasha kemungkinan tidak bisa melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya

Ibunya Meninggal Sejak Kelas 3 SD Ayah Gangguan Jiwa, Kini Sistem Zonasi Lemparkan Pasha dari PPDB
KOMPAS.com/MARKUS YUWONO
Pasha Pratama (12) warga Padukuhan Bulu, RT 05 RW 14, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul Saat Ditemui Kamis (11/7/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Sistem zonasi yang diterapkan pemerintah membuat pelajar di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, terancam kehilangan kesempatan bersekolah.

Ia tak bisa melanjutkan ke sekolah terdekat karena terlempar dari zonasi.

Selain itu, usianya pun lebih tua dibandingkan pendaftar lainnya.

Muhammad Pasha Pratama (12) warga Padukuhan Bulu, RT 05 RW 14, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, tampak malu ketika para wartawan berkunjung ke rumah sederhana milik kakek dan neneknya.

Dia masih tampak kecewa karena tidak bisa masuk ke SMPN 2 Karangmojo.

Padahal, sekolah tersebut hanya berjarak 2 kilometer dari rumah yang dia tinggali bersama bapaknya Sugeng yang mengalami gangguan kejiwaan, kakek, dan neneknya.

Ibunya sudah meninggal sejak dirinya duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar.

Saat ditemui Pasha hanya menunduk, terkadang saat diajak berbicara matanya berkaca-kaca.

Bocah bertubuh gempal ini sesekali masuk ke dalam kamar dan sedikit malu menceritakan pengalaman pahitnya yang harus gagal masuk sekolah impiannya sejak lama.

Bahkan, peralatan sekolah seperti buku, tas, dan sepatu sudah dipersiapkan dari tabungan sejak beberapa tahun lalu.

Halaman
1234
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved