Kisah Ma'rifah Pergi Haji, Penjual Nasi di Pasar Pagi Tegal Ini Selalu Ingat Pesan Almarhum Suami

Ia tinggal di rumahnya di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, ditemani anak keempatnya

Kisah Ma'rifah Pergi Haji, Penjual Nasi di Pasar Pagi Tegal Ini Selalu Ingat Pesan Almarhum Suami
Tribunjateng.com/Fajar Bahruddin Achmad
Ma'rifah calon jamaah haji dari Kota Tegal bersama cucunya Nabila Sarifah. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Setelah menanti selama tujuh tahun sejak 2011, di usianya yang ke 66, Ma'rifah akhirnya akan berangkat beribadah ke Baitullah Mekkah.

Ma'rifah memiliki tujuh anak dan 12 cucu.

Ia tinggal di rumahnya di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, ditemani anak keempatnya.

Seusai suaminya meninggal 12 tahun yang lalu, Ma'rifah membesarkan anak-anaknya dengan berjualan nasi rames di Pasar Pagi Kota Tegal lantai dua.

Menurutnya, ia sudah berjualan nasi menggunakan meja di Pasar Pagi selama 25 tahun.

"Saya jualan sejak bangunan Pasar Pagi belum sebagus sekarang. Saya jualan menggunakan meja. Ada sauto, lengko, nasi campur, dan nasi rames," kata Ma'rifah saat ditemui tribunjateng.com di rumahnya, Rabu (10/7/2019).

Ma'rifah sudah satu tahun setengah tidak berjualan di Pasar Pagi. Tepatnya, setelah ia jatuh dan kaki kanannya patah.

Hingga nanti berangkat ke Mekkah, Ma'rifah masih dibantu dengan tongkat untuk berjalan.

Ma'rifah mengatakan, sembari membesarkan anak-anaknya, ia secara rutin menabung tiap harinya untuk berangkat haji.

"Saya senang bisa naik haji. Ya Allah gusti, mudah-mudahan di Tanah Suci saya bisa berjalan. Semua lancar. Ini cita- cita saya sejak dulu," katanya.

Halaman
12
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved