Krisis Bek Sayap di Laga Kontra Borneo FC, GM PSIS Berikan Pujian untuk Dua Pemain Pengganti Ini

Pelatih Jafri Sastra menunjuk Soni Setiawan sebagai pelapis Safrudin Tahar di posisi bek kiri. Yang kemudian tampil penuh di laga tersebut

Krisis Bek Sayap di Laga Kontra Borneo FC, GM PSIS Berikan Pujian untuk Dua Pemain Pengganti Ini
TRIBUN JATENG/F ARIEL SETIAPUTRA
Para pemain PSIS Semarang berfoto bersama sebelum menghadapi Persela Lamongan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang mengalami krisis pemain bertahan terutama di sektor bek sayap saat menghadapi Borneo FC dalam lanjutan pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (10/7/2019).

Dua bek sayap PSIS yang selama ini menjadi andalan PSIS, Safrudin Tahar dan Fredyan Wahyu Sugiantoro, justru kompak menjalani hukuman akumulasi kartu kuning dalam laga kontra Borneo FC.

Alhasil, tim pelatih harus memutar otak dengan menyiapkan pemain cadangan yang tepat untuk mengisi dua posisi itu.

Pelatih Jafri Sastra menunjuk Soni Setiawan sebagai pelapis Safrudin Tahar di posisi bek kiri. Yang kemudian tampil penuh di laga tersebut.

Di sektor bek kanan, Jafri Sastra menunjuk Kelvin Woppi sebagai pengganti Fredyan Wahyu. Namun penampilan Woppi tidak meyakinkan dan bahkan mengalami cedera pada menit ke 34.

Ia kemudian digantikan pemain muda PSIS Semarang, Riyan Ardiansyah yang dalam laga tersebut juga menjalani debut di Liga 1 bersama PSIS.

Tampil sebagai pemain pengganti, Eks Kapten Tim Nasional PPLM Kemenpora RI ini bermain cukup meyakinkan.

Menanggapi penampilan Riyan, General Manager PSIS Semarang, Wahyu "Liluk" Winarto mengakui jika performa Riyan cukup bagus dalam laga melawan Borneo FC.

"Kita ketahui si Riyan baru pertama kali main kemarin, selama main dia cukup tenang bermain di posisinya. Dia sudah cukup bagus," kata Liluk kepada Tribun Jateng, Kamis (11/7/2019).

Selain Riyan, Liluk juga memuji penampilan bek kiri, Soni Setiawan. Pemain asal Magelang tersebut bermain cukup disiplin selama 90 menit.

Hanya saja Liluk menyanyangkan performa yang ditampilkan Kelvin Woppi dan Heru Setyawan.

Dua pemain tersebut diharapkan tampil dengan motivasi tinggi, karena dalam tujuh laga PSIS di Liga 1 musim ini belum memiliki jam terbang justru mengalami cedera di babak pertama.

"Pemain yang kemarin jarang mendapat jam terbang, begitu main justru cedera. Tentu sangat disayangkan. Yang kita harapkan motivasinya lebih disana malah cedera. Diluar dugaanlah kemarin kondisi itu," kata Liluk.

"Tapi secara keseluruhan saya kira semua pemain sudah mencoba untuk menampilkan permainan terbaiknya. Kami tetap apresiasi anak-anak sudah main bagus walaupun hasilnya kita kalah," tandasnya. (*)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved