Musim Kemarau, PDAM Tirta Moedal Beri Perhatian Khusus Wilayah yang Sering Kesulitan Air

Masyarakat Kota Semarang tidak perlu khawatir kekurangan air meskipun saat ini sudah masuk musim kemarau

Musim Kemarau, PDAM Tirta Moedal Beri Perhatian Khusus Wilayah yang Sering Kesulitan Air
Tribunjateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Petugas PDAM mengisi air bersih ke tanki untuk dikirim ke wilayah yang tidak teraliri air bersih 

TRIBUJATENG.COM, SEMARANG - Masyarakat Kota Semarang tidak perlu khawatir kekurangan air meskipun saat ini sudah masuk musim kemarau.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang akan terus mengupayakan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah Kota Semarang secara normal selama musim kemarau.

Humas PDAM Tirta Moedal, Joko Purwanto mengatakan, PDAM memberikan perhatian khusus bagi wilayah yang mengalami gangguan aliran air.

Pihaknya akan mengirim supply air menggunakan tanki bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih.

Setidaknya, terdapat delapan armada tangki dengan masing–masing berkapasitas 5.000 liter air yang bersiaga untuk mengirimkan air bersih ke daerah yang tidak teraliri air.

Adapun titik-titik yang berpotensi rawan tidak teraliri air diantaranya wilayah Meteseh, Bukit Kencana, Sendang Mulyo, Kemijen, beberapa wilayah Semarang Timur, dan wilayah lain yang merupakan titik terjauh dan tertinggi dari sumber air PDAM Tirta Moedal.

Sedangkan wilayah barat dinilai masih aman lantaran supplay air dari sumur dalam dan mata air di wilayah Gunungpati dan Boja masih dapat memenuhi kebutuhan air di wilayah barat.

"Permintaan masyarakat terkait bantuan air tanki kami konsentrasi ke wilayah yang memang alirannya kecil bahkan tidak mengalir, khususnya wilayah yang diambil dari instalasi pengolahan air (IPA) Kudu," tuturnya, Kamis (11/7/2019).

Dikatakannya, IPA Kudu sempat mengalami gangguan, namun dalam beberapa hari ini IPA Kudu telah mampu berproduksi pada angka 900 liter per detik.

Sedangkan produksi IPA Kaligarang dipastikan cukup bagus selama musim kemarau.

Adapun rata-rata produksi air selama musim kemarau ini sebanyak 3.000 liter per detik. Produksi tersebut diambil dari tiga sumber air, yaitu sumber mata air, sumur dalam, dan produksi air permukaan.

"Kami jaga pasokan air baku di musim kemarau dengan berkoordinasi dengan instansi terkait pengelolaan air baku agar kuantitas dan kontinyuitas pelayanan tetap terjaga," ucapnya. (eyf)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved