Mustain Sebut Penyebab Kenaikan Harga Cabai di Pasaran Karena Musim Kemarau

Dinas Pertanian Kota Salatiga menyebut datangnya musim kemarau berdampak pada kenaikan harga cabai di sejumlah pasaran.

Mustain Sebut Penyebab Kenaikan Harga Cabai di Pasaran Karena Musim Kemarau
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Seorang pedagang cabai Paini (57) saat menjajakan barang dagangan di Pasar Raya Kota Salatiga, Kamis (11/7/2019). TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dinas Pertanian Kota Salatiga menyebut datangnya musim kemarau berdampak pada kenaikan harga cabai di sejumlah pasaran.

Pasalnya produksi cabai dari petani yang biasanya memasok kebutuhan pedagang sementara dialihkan pada kota-kota besar di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pertanian Kota Salatiga Mustain mengatakan, tingginya harga cabai di Kota Hati Beriman yang menyentuh angka Rp 50 ribu per kilogram lantaran adanya pengaruh musim kemarau.

"Musim kemarau menyebabkan produksi cabai turun. Sementara permintaan tetap, pemasok lebih mengutamakan pasokan ke kota-kota besar," terangnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (11/7/2019)

Mustain berharap, tingginya harga cabai membawa untung para pedagang serta petani, bukan pemasok atau pemilik modal.

Ia menambahkan, sejauh ini kebutuhan cabai di Kota Salatiga banyak didapat dari para petani berasal Kabupaten Semarang seperti wilayah Kopeng, Suruh, dan Getasan.

"Sementara kami terus melakukan pemantauan. Sejauh ini harga masih dalam kategori wajar karena masyarakat daya belinya normal. Pedagang juga demikian, kerugian mereka lantaran kelangkaan saja," katanya.

Apabila di kemudian hari harga terus melonjak naik, jajarannya akan melakukan operasi pasar guna menstabilkan harga di pasaran.

Meski demikian, dirinya terlebih dahulu  menunggu arahan dari Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.

Alasannya, mempertimbangkan kecukupan pada sentra-sentra pertanian penghasil cabai dengan tingkat kebutuhan masyarakat dan para pedagang di pasaran.

"Jika ada kenaikan tajam, kami akan koordinasikan dahulu dengan organisasi perangkat daerah tingkat provinsi dan Kabupaten Semarang sekitar Salatiga yang menanam cabai," jelasnya.

Dia menerangkan, selama ini pasokan cabai baik rawit merah maupun keriting berkisar 73 kuintal setiap harinya.

Sedangkan tingkat konsumsi masyarakat Kota Salatiga mencapai 53 kuintal. (M Nafiul Haris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved