Sungai Sikendil dan Selilin Tercemar Limbah Pabrik, DPRD Kabupaten Semarang: Tutup Pabriknya

Warga Desa Klepu Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang mengeluh Sungai Sikendil dan Selilin yang tercampur limbah pabrik.

Sungai Sikendil dan Selilin Tercemar Limbah Pabrik, DPRD Kabupaten Semarang: Tutup Pabriknya
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Warga Desa Klepu Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang mengeluh Sungai Sikendil dan Selilin yang tercampur limbah pabrik. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menyatakan pihaknya telah merespon keluhan warga Desa Klepu Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang terkait Sungai Sikendil dan Selilin yang tercampur limbah pabrik.

Dirinya bahkan mengatakan telah merespon sebanyak dua kali sebelum kasus ini ramai diperbincangkan.

Kali pertama dilakukan tiga bulan lalu, dan selanjutnya dilakukan dua minggu lalu.

Bondan menyatakan respon yang diberikan pihaknya ialah langsung meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang untuk tegas memberikan peringatan maupun tindakan yang dianggap perlu agar perusahaan jera.

"DLH harus melaporkan permasalahan ini ke Bupati Semarang. DLH mengeluarkan surat dan pelaksana penindakan dilakukan oleh Satpol PP," ujarnya pada Kamis (11/7/2019) siang.

Asal Usul Nama Desa Cawet di Pemalang Jawa Tengah, Ada Slogan Cawetku, Cawetmu, Cawet Kita Semua

Sementara untuk pabrik yang masih membandel, menurutnya bila sudah diperingatkan namun tidak dilakukan tindakan, ia meminta agar perusahaan tersebut ditutup.

Perusahaan dapat beroperasi kembali bila sudah memperbaiki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Ia pun berpesan agar Pemerintah Kabupaten Semarang tegas dalam menindak pelanggaran terkait lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Semarang, Valeanto Sukendro membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat dari DLH pada tanggal 15 Mei 2019 dan 25 Juni 2019 tentang pencabutan izin limbah cair dari dua perusahaan yakni dari PT Mangkok Mas dan PT Java Egg Specialities.

Pasangan yang Berhubungan Intim Terlihat dari Balik Jendela, Hotel di Purwokerto Ini Digruduk

Sukendro menyatakan, dalam surat tertanggal 15 Mei 2019 tertulis agar dua perusahaan tersebut menyerahkan surat izin limbah cair pada pihaknya, kemudian meminta pihaknya untuk menerima surat izin tersebut untuk mengeluarkan surat izin baru.

Kemudian pada surat kedua tertanggal 25 Juni 2019 telah mencabut surat rekomendasi yang diberikan sekaligus secara otomatis membatalkan surat izin yang terakhir diberikan.

"Sesuai dengan ketentuan, untuk pemegang izin apabila salah satu syarat sudah tidak terpenuhi lagi pasti izin itu batal dengan sendirinya," tambahnya.

Sukendro menambahkan, aktivitas produksi di PT Mangkok Mas maupun PT Java Egg Specialities bukan ilegal namun sudah tidak berizin setelah dikeluarkannya surat dari DLH tertanggal 25 Juni 2019.  (arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved