Tak Hujan Sejak Maret, Seluruh Wilayah Desa di Sragen Ini Alami Kekeringan

Sejak Maret lalu, wilayah tersebut sama sekali tidak pernah hujan. Akibatnya, sungai kering dan air jadi lebih keruh dibanding kondisi normal.

Tak Hujan Sejak Maret, Seluruh Wilayah Desa di Sragen Ini Alami Kekeringan
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Parmi warga Dukuh Glagah Desa Dukuh Kecamatan Tangen saat menceritakan kekeringan di desanya 

Harun mengatakan, pemerintah secara rutin memberikan bantuan dari PDAM Kabupaten Sragen.

"Kadang dua hari sekali, kadang satu hari datang dua kali, kadang tiga hari sekali," terangnya.

Warga Dukuh Glagah Desa Dukuh, Parmi (59) mengatakan, kekeringan di desanya paling parah terjadi dua tahun belakangan ini.

"Di Desa Dukuh sudah langganan kekeringan, langganan mendapat bantuan," ujarnya.

Dikatakannya, dua atau tiga hari sekali mendapat bantuan dari pemerintah ataupun komunitas.

"Sejak Maret itu sudah tidak hujan, sudah mulai kekeringan, sungai-sungai juga sudah mulai kering," paparnya.

Untuk memenuhi kebutuhan minum dan masak sehari-hari, Parmi beli air galon atau jeriken.

"Tahun kemarin parah, hingga delapan bulan lebih kekeringan."

"Tahun lalu, anak saya mengambil air dari SPBU, sehari empat hingga lima kali."

"Saya kadang ambil dari sawah, tapi jauh" ujarnya.

Meskipun belum separah tahun lalu, Parmi tentu berharap kekeringan di desanya tidak semakin parah. (*)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved