Volume Transaksi Rifan Financindo Berjangka Naik 10,50 Persen di Semester 1 Tahun 2019

Melewati waktu enam bulan pertama di tahun 2019, kinerja PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) semakin moncer.

Volume Transaksi Rifan Financindo Berjangka Naik 10,50 Persen di Semester 1 Tahun 2019
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Jumpa pers yang diadakan oleh PT Rifan Financindo Berjangka (FRB) cabang Semarang. Berlokasi di Strada Coffee, jalan S.Parman Semarang, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Melewati waktu enam bulan pertama di tahun 2019, kinerja PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) semakin moncer.

Indikator tersebut terlihat dari pertumbuhan total volume transaksi yang naik sebesar 10,50% menjadi 680.141 lot, dan pertumbuhan nasabah baru meningkat 29,14% atau sebanyak 1.693 nasabah baru dibandingkan semester pertama tahun lalu.

Adapun total volume transaksi bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) masih menjadi pendorong utama kinerja Perseroan dengan kontribusi mencapai 78,67%, dan mengalami kenaikan sebesar 23,02% menjadi 535.069 lot.

Sementara itu, total volume transaksi multilateral (komoditi) terkoreksi sebesar 19,65% menjadi 145.072 lot dibandingkan semester pertama di tahun 2018 sebesar 180.556 lot.

“Sepanjang enam bulan pertama, kami tumbuh moderat dan masih menempati posisi teratas di industri, meskipun kondisi perekonomian masih sedikit melambat. Semua karena dukungan dari para nasabah, karyawan dan stakeholder yang senantiasa bersama RFB,” ujar CEO RFB, Teddy Prasetya, pada Tribunjateng.com, Kamis (11/7/2019).

Dijelaskan, RFB berkontribusi 17,89% dari total perusahaan pialang berjangka yang menjadi anggota di Bursa Berjangka Jakarta.

Melihat hasil tersebut, pihaknya memantapkan target Perseroan mencapai total volume transaksi sebesar 1,5 juta lot di akhir tahun 2019.

Kepercayaan menjadi kunci bisnis perusahaan pialang berjangka, termasuk RFB. Hal ini hanya bisa dibangun melalui integritas yang ditunjukkan secara konsisten kepada nasabah melalui edukasi, promosi yang benar, dan penegakan aturan yang tepat.

“Setiap tenaga broker yang bekerja pada kami, dididik untuk selalu bekerja profesional dan mengedukasi calon nasabah, tidak hanya dari sisi potensi keuntungan melainkan juga risiko dari investasi. Semua harus sesuai dengan prinsip transparansi yang kami anut dan salah satu nilai budaya perusahaan yang kami jalankan yaitu fairness,” tegasnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved