Tabrak Lari di Solo

Analisis Pengamat Transportasi UNS Solo Kasus Retno, Korban Tabrak Lari di Overpass Manahan Solo

Berikut analisis dari Pengamat transportasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Syafii mengenai tabrak lari di Overpass Manahan Solo.

Analisis Pengamat Transportasi UNS Solo Kasus Retno, Korban Tabrak Lari di Overpass Manahan Solo
ISTIMEWA
headshot Pengamat transportasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Syafii

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Berikut analisis dari Pengamat transportasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Syafii mengenai tabrak lari di Overpass Manahan Solo.

Banyak hal yang bisa dilakukan instansi terkait untuk mengantisipasi kecelakaan, khususnya di kawasan Flyover Manahan Solo.

Salah satunya dengan warning light, itu sudah tepat. Saya sepakat.

Penempatan lampu kedip di beberapa lokasi rawan kecelakaan tersebut bisa menjadi perhatian pengguna jalan, agar lebih berhati-hati saat melintas.

Selain itu, perlu dipasang informasi-informasi berupa rambu peringatan maupun reklame.

Memang banyak sekali keterbatasan yang ada di jalan layang itu.

Misalnya keterbatasan space (ruang) yang ada dan desain yang menurut saya masih kurang pas, sejak awal dibangunnya jalan itu. Tapi itu sudah barang jadi, sehingga mau tidak mau, harus dioptimalkan.

Faktor yang mendominasi kecelakaan selama ini adalah habit (kebiasaan) orang yang tidak patuh aturan lalu lintas. Lebih pada human error.

Kalau kita lihat lagi gambar di CCTV, mobil itu jelas melewati alias melanggar garis tegas atau marka ganda tidak terputus. Itu tidak boleh

Kalau seperti itu kasusnya, berarti kecelakaan tersebut bukan karena infrastruktur. Sekali lagi ini karena habit manusianya.

Dalam persoalan laka, masalah infrastruktur itu sekitar 20 persen penyumbang kecelakaan. Ini secara umum ya. Kalau habbit itu ya sekitar 60 persen. Sisanya masalah lingkungan.

Jadi ini persoalan etika bertransportasi yang masih buruk.

Sampaikan ucapan duka kami untuk keluarga korban laka tabrak lari. Semoga tabah dan tetap percayakan pengungkapan penabrak oleh polisi. (Dna)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved