Asal Usul Nama Desa Gajahmati di Pati, Berawal dari Orang yang Benci Suara Azan dan Beduk

Gajahmati merupakan desa di Kecamatan Pati. Letaknya tak jauh dari alun-alun, sekitar dua kilometer ke arah selatan.

Asal Usul Nama Desa Gajahmati di Pati, Berawal dari Orang yang Benci Suara Azan dan Beduk
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Kantor Pemerintah Desa Gajahmati di Kecamatan/Kabupaten Pati, Jawa Tengah 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Gajah mati meninggalkan gading, Gajahmati meninggalkan sego gandul.

Pelesetan dari sebuah peribahasa tersebut merupakan lelucon sangat dimafhumi warga Kabupaten Pati.

Gajahmati merupakan desa di Kecamatan Pati.

Letaknya tak jauh dari alun-alun, sekitar dua kilometer ke arah selatan.

Desa ini dipercaya sebagai tempat kelahiran sego gandul alias nasi gandul, kuliner legendaris andalan Kabupaten Pati.

Jika nasi gandul dipercaya sebagai peninggalan berharga leluhur Desa Gajahmati bagi khazanah kuliner Pati, Desa Gajahmati diyakini merupakan peninggalan dari Saridin alias Syekh Jangkung.

Banyak orang yang percaya jika Saridin adalah wali.

Ia dikenal orang saleh dan sakti dan dipercaya sebagai anak kandung Sunan Muria dan anak angkat Ki Ageng Kiringan (ada pula yang menulis Ki Ageng Keringan).

Ia hidup pada sekitar abad ke-16 atau 17 masehi.

Jamak dipercaya, Saridin yang memberi nama Desa Gajahmati.

Halaman
1234
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved