Cukup Setahun, Dua Warga Kabupaten Pekalongan Mundur dari Program PKH, Alasannya Patut Diapresiasi

Dua orang penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pekalongan, mengundurkan diri, warga Desa Domiyang Kecamatan Paninggaran.

Cukup Setahun, Dua Warga Kabupaten Pekalongan Mundur dari Program PKH, Alasannya Patut Diapresiasi
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kondisi keadaan rumah Khotimah yang masih menggunakan dinding papan dan lantai semen di Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dua orang penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pekalongan, mengundurkan diri.

Yakni Khotimah Suci (39) dan Siti Khotijah (36) warga Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Pengundurannya bukan tanpa alasan.

Keduanya merasa masih banyak keluarga yang lebih membutuhkan bantuan tersebut.

Padahal, kondisi rumah Khotimah Suci belum terbilang permanen.

Rumahnya terbuat dari papan kayu, lantai semen poles.

Khotimah Suci, warga yang mengundurkan diri dari PKH itu mengatakan, masih banyak warga yang hidupnya di bawah dirinya, tapi mereka belum tersentuh bantuan tersebut.

Oleh karenanya, ia melepaskan PKH tersebut untuk diberikan kepada orang yang benar-benar kurang mampu.

"Saya peserta baru PKH dan kurang lebih mendapatkan bantuan PKH sudah setahun ini," kata khotimah saat ditemui Tribunjateng.com di rumahnya, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya, saat mengundurkan diri dari bantuan PKH ia tidak berkomunikasi dengan suaminya.

Halaman
12
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved