Di Pembukaan TMMD, Ganjar Ungkap Titik Berat Pembangunan Jateng dari Pinggiran

titik berat program adalah membangun Jawa Tengah dari pinggiran khususnya desa yang membutuhkan sarana transportasi umum.

Di Pembukaan TMMD, Ganjar Ungkap Titik Berat Pembangunan Jateng dari Pinggiran
Istimewa
Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie usai membuka TMMD, Kamis (11/7/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 105 di Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, akan menumbuhkan gotong royong dan kerja sama yang saling mendukung dari semua lini.

Tema pembangunan TNI yang diusung bersama pemerintah kali ini adalah "Bersama TMMD Membangun Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat".

Disampaikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, melalui amanat yang dibacakan Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie, titik berat program adalah membangun Jawa Tengah dari pinggiran khususnya desa yang membutuhkan sarana transportasi umum.

Keberadaan transportasi umum itu untuk mendongkrak pertanian/perkebunan maupun kegiatan lainnya agar kesejahteraan masyarakat makin meningkat.

Khusus petani, adalah memangkas biaya produksi dalam menjual hasil bumi ke kota.

“Kita ingin kehidupan rakyat Jateng semakin sejahtera, dengan jalan dan jembatan semakin memadai sehingga aksesibilitas dan mobilitas orang dan barang dari dan ke desa semakin lancar."

"Sarana prasarana fasilitas umum juga semakin baik untuk memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat,” ungkapnya.

TMMD Reguler yang juga dilaksanakan di 4 Kabupaten lainnya di Jateng (Demak, Tegal, Gunung Kidul dan Klaten), titik beratnya adalah pembangunan fisik seperti jembatan, jalan serta irigasi.

Utamanya saat menghadapi masa kekeringan yang cukup panjang ini, maka sarana yang dibangun yang merupakan respon dan langkah antisipasi cepat guna mendukung distribusi air sehingga krisis kekeringan tidak berkepanjangan.

Selain fisik tersebut, juga dilaksanakan pembangunan non fisik yang meliputi penyuluhan (wawasan kebangsaan, hukum, administrasi kependudukan, bela negara, pertanian, KB Kes, perbankan, narkoba dan lain-lain) serta sosialisasi maupun edukasi masyarakat melalui pemutaran film.

“Pemprov Jateng punya program satu OPD satu desa dampingan/binaan, dengan harapan mampu mengakselerasi upaya memajukan desa. Untuk itu kedepan saya minta Pemkab dapat menduplikasi program ini,” imbuhnya.

Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved