Gelombang Tinggi Terjadi di Samudera Hindia, Nelayan Karangduwur Kebumen Tetap Melaut

BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap kembali memeringatkan potensi gelombang tinggi di perairan selatan atau Samudera Hindia selatan Jawa Tengah.

Gelombang Tinggi Terjadi di Samudera Hindia, Nelayan Karangduwur Kebumen Tetap Melaut
tribunjateng/dok
Ilustrasi gelombang laut. 

TRIBUNJATENG COM, KEBUMEN - BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap kembali memeringatkan potensi gelombang tinggi di perairan selatan atau Samudera Hindia selatan Jawa Tengah.

Mulai tanggal 10 sampai 13 Juli 2019, gelombang setinggi 2,5 meter hingga 4 meter berpotensi terjadi antara lain di perairan selatan dan samudera Hindia selatan Kebumen dan Cilacap.

Gelombang tinggi ini tak ayal berisiko terhadap keselamatan pelayaran, termasuk perahu nelayan.

Gelombang tinggi bukan perkara sepele bagi masyarakat yang biasa beraktifitas di laut.

Sudah banyak korban berjatuhan akibat ganasanya ombak.

Pasangan yang Berhubungan Intim Terlihat dari Balik Jendela, Hotel di Purwokerto Ini Digeruduk Warga

Sebuah perahu nelayan dilaporkan tergulung ombak ketika hendak masuk ke pelabuhan Logending, Selasa (9/7/2019) malam.

Nelayan yang menumpang kapal itu pun kocar kacir hingga satu di antaranya, Syarif tenggelam hingga ditemukan meninggal setelahnya.

Sebagian nelayan memilih libur melaut karena gelombang laut yang tinggi atau berarus kencang.

Berbeda dengan nelayan di Desa Karangduwur Kecamatan Ayah Kebumen tetap melaut meski gelombang tinggi.

Niman, nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Karangduwur mengatakan, aktivitas nelayan di desanya tetap normal.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved