Mengharukan, Murid Baru SMAN 2 Semarang Menangis Saat Diminta Basuh Kaki Ibu

Suasana haru muncul ditengah acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2019/2020, SMA Negeri 2 Semarang.

Mengharukan, Murid Baru SMAN 2 Semarang Menangis Saat Diminta Basuh Kaki Ibu
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Suasana haru menyelimuti orang tua murid dan siswa saat serah terima peserta didik baru di Gedung Graha Widyatama, Jumat (12/7). Setidaknya ada 432 siswa didik baru yang di terima di SMA N 2 Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suasana haru muncul di tengah acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2019/2020, SMA Negeri 2 Semarang.

Acara yang diisi oleh berbagai kisah motivasi oleh motivator, sekaligus alumni SMA N 2 Semarang, Tony Agus Budiyanto, juga dilakukan kegiatan basuh kaki orang tua, oleh siswa baru di Aula Graha Widyatama SMA Negeri 2 Semarang.

Siswa baru, Defiana Anggraeni tampak terharu, ketika ia melakukan prosesi mencuci kaki ibunya.

"Terharu, karena tidak pernah basuh kaki ibu, jadi terharu sekali. Dan ya, dengan kegiatan ini saya jadi termotivasi menjadi siswa sekaligus anak yang jauh lebih baik lagi kedepannya, termasuk dalam urusan sekolah," kata siswi alumni SMP Negeri 37, Semarang itu, usai acara, Jumat (12/7).

Rasa haru juga dirasakan orang tua Defiana, Ruly Widiastuti (37), dimana kegiatan Emotional Spritual Quotient (ESQ) seperti ini, baru ia temui, ketika anaknya bersekolah di SMA Negeri 2 Semarang.

"Baru tau ini, ya di sekolah ini tadi, bagus acaranya, karena dapat memotivasi anak-anak siswa di SMA N 2 ini. Dan berharap, anak saya bisa termotivasi menjadi baik lagi sebagai anak, dan siswa, serta kedepa bisa mengikuti pelajaran dengan baik," ujarnya.

Disisi lain, disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Semarang, Drs Yuwana M.Kom, bahwa kegiatan tersebut, belum lama ini mulai dilakukan oleh pihak sekolah.

Ia pun mengaku, jika kegiatan untuk meningkatkan potensi diri pada siswa SMA N 2 Semarang ini, juga diminta oleh orang tua siswa sendiri.

"Biasanya untuk siswa yang jelang ujian akhir, tapi acara pengembangan diri kami lakukan diawal agar siswa ini bisa termotivasi belajar lebih giat, dan bisa mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka masing-masing," jelasnya.

Tidak hanya itu, Yuwana juga menyebutkan bahwa, SMA N 2 Semarang, bisa menjadi sekolah terbanyak pendaftarnya di Jawa Tengah, dengan jumlah 1.148 siswa itu, karena berbagai program yang dilakukan oleh sekolah.

"Dari jumlah tersebut kami hanya terima 432 siswa baru, jelas ini jumlah yang luar biasa, dimana sekolah kami terus melakukan inovasi untuk siswa kami. Salah satunya adalah, pembelajaran berbasis projek," ujarnya.

Pembelajaran berbasis projek tersebut, lanjutnya, dicontohkan dengan kegiatan festival film, dimana dalam membuat acara ada rencana satu persatu yang mesti dikerjakan.

"Tahapan dalam membuat suatu acara, itu penting kami ajarkan ke siswa, sehingga siswa akan terbiasa dengan penyusunan projek dan perencanaan. Selain itu, juga kami ajarkan, di sekolah tidak hanya cerdas, melainkan juga bisa olah hati, rasa, dan olah raga kepada siswa," sebut Yuwana.

Dengan begitu, katanya, siswa akan terbiasa dengan berbagai pengetahuan karakter. Harapannya, ujar Yuwana, siswa yang mengenyam pendidikan di SMA Negeri 2 Semarang ini, bisa memiliki kecerdasan disertai karakter yang kuat.

"Hal itulah yang akan menentukan masa depan mereka nantinya. Maka dari itu kami pihak sekolah akan terus memberikan yang terbaik, serta pelayanan yang maksimal untuk siswa, orang tuas, dan masyarakat luas, sehingga bisa terbentuk sinergitas untuk memaksimalkan mutu pendidikan kami," pungkas Yuwana.(hei)

Penulis: hesty imaniar
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved