Mortar Utama Semarang Mampu Produksi 120 Ton Tiap Tahun, Pabrik Kelima di Indonesia

PT Cipta Mortar Utama meresmikan pabrik ke lima di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, Jumat (12/7/2019).

Mortar Utama Semarang Mampu Produksi 120 Ton Tiap Tahun, Pabrik Kelima di Indonesia
DOKUMENTASI Weber Indonesia
Kunjungan Kedutaan Besar Perancis pada Jumat, 15 Maret 2019 di pabrik MU-Weber yang terletak di Kawasan Industri Medan (KIM) 3, Sumatera Utara. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Cipta Mortar Utama meresmikan pabrik ke lima di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, Jumat (12/7/2019).

Di pabrik yang berlokasi di bibir pantai itu, bisa memproduksi 120 ribu ton mortar dalam setahun.

Mortar adalah semen instan, berisi semen, pasir, dan batu kapur dalam satu kemasan.

Presiden Direktur PT Cipta Mortar Utama, Jose Martos menjelaskan, pabrik ke lima ini memiliki produksi seperlima dari total produksi nasional.

Sebelumnya mereka telah membangun pabrik di Medan, Jakarta, Banten, dan Jabar. "Semarang kami pilih karena memiliki infrastruktur yang memadai, pelabuhan untuk logistik, ramah investasi, hingga prospek pembangunan yang bagus," ucap Jose saat ditemui di kantornya, Jumat (12/7/2019).

Ia melihat, Semarang sangat dinamis dalam bidang pembangunan perkotaan.

Oleh karena itu ia memilih Kota Lunpia itu sebagai lokasi pabrik ke lima.

"Produk kami dengan merek MU Weber memang hanya diproduksi di Indonesia dan dijual di negara ini. Kami fokus untuk pembangunan Indonesia, kami juga memilih kota-kota yang potensial," ucapnya lebih lanjut.

Oleh karena itu ia memastikan akan segera membangun pabrik lagi di tempat yang dipandang potensial.

Di lain sisi, Javier Gimeno CEO Saint Gobain Region Asia Pasific, menambahkan Indonesia khususnya Jawa Tengah memang menjadi pasar potensial.

"Jumlah penduduk yang besar dan tumbuh, arus urbanisasi, hingga pembangunan invrastruktur yang pesat itu membuat pasar bergairah. Hal itu membuat kami menempatkan Indonesia sebagai fokus pengembangan di Asia Pasific," ucapnya.

Saint Gobain Group merupakan perusahaan material bahan bangunan asal Prancis yang menaungi PT Cipta Mortar Utama.

Meski demikian, mereka mengaku sempat khawatir menanamkan modalnya untuk mengembangkan pabrik di Indonesia dalam sembilan bulan terakhir.

Pemilu diakuinya membuat ketidakstabilan ekonomi.

"Tapi setelah terpilihnya presiden kami yakin akan ada stabilitas ekonomi yang tumbuh dan berkembang. Kami sebelumnya sempat wait and see," bebernya. (Rival Almanaf)

Penulis: rival al-manaf
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved