Nyaris Mangkrak, Pedagang GCC Makin Sepi Pengunjung, Ramai Hanya Dua Bulan Pasca Pembukaan

Gandulan Culinery Center (GCC) Kabupaten Pemalang, yang terletak tepat di depan Interchange Gandulan Jalan Tol Trans Jawa ditinggalkan pedagang.

Nyaris Mangkrak, Pedagang GCC Makin Sepi Pengunjung, Ramai Hanya Dua Bulan Pasca Pembukaan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kios-kios di GCC Kabupaten Pemalang nampak kosong karena ditinggalkan oleh pedagang, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Gandulan Culinery Center (GCC) Kabupaten Pemalang, yang terletak tepat di depan Interchange Gandulan Jalan Tol Trans Jawa ditinggalkan pedagang.

Dari 46 kios hanya 5 pedagang yang masih menggelar dagangannya.

Meski nyaris tak ada pengunjung, kelima pedagang itu tetap bertahan.

Turjani (45) satu di antaranya.

Dia berucap, ramainya GCC hanya dua bulan setelah pembukaan.

“GCC mulai dibuka pada 2017 lalu. Memang awalnya ramai, namun semakin ke sini semakin sepi. Bahkan pedagang meninggalkan lapaknya satu persatu,” jelasnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (12/7/2019).

Dilanjutkannya, walaupun biaya sewa kios murah yaitu Rp 2,5 juta pertahun, namun tidak adanya promosi sehingga GCC sepi pengunjung.

“Jarang sakali ada promosi. Apalagi acara yang diadakan di GCC. Kami yang bertahan hanya berharap ada perubahan karena Pemkab menjanjikan GCC akan ramai,” paparnya.

Di sela-sela menunggu pengunjung, Turjani menuturkan, dalam sepekan tidak sampai 10 pengunjung datang.

“Karena masih ada waktu sewa, kami tetap mengadu nasib di sini. Namun beberapa pedagang lainnya memilih tak berdagang, walaupun masih ada sisa waktu sewa kios,” ujar Turjani.

Adapun untuk mengisi kekosongan kios di GCC, Pemkab Pemalang menyewakan beberapa kios untuk rumah makan.

Dan kini rumah makan tersebut sudah berdiri di antara kios-kios kosong yang ditinggal pedagang.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskoperindag UMKM) Kabupaten Pemalang, Hepi Priyanto beberapa waktu lalu menuturkan, GCC dibangun untuk mengakomodir pelaku UMKM.

“Namun karena sepi pengunjung, kios ditinggalkan pelaku UMKM serta pedagang. Untuk itu kami menyewakan 16 kios yang digunakan rumah makan Pringsewu. Semoga saja dengan adanya rumah makan bisa menarik pengunjung lagi,” tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved